Ngawi – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih lima penghargaan dalam Ajang Kompetisi Inovasi dan Riset Ngawi (AKAR NGAWI) Tahun 2026. Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, S.T., M.H., pada Senin (29/6/2026) di Gedung Kesenian Kabupaten Ngawi.
Acara penganugerahan turut dihadiri Wakil Bupati Ngawi Dr. Dwi Rianto Jatmiko, M.H., M.Si., Sekretaris Daerah Kabupaten Ngawi, serta jajaran kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ngawi. Kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap berbagai inovasi yang mampu memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.
Dalam kompetisi tersebut, DKPP Kabupaten Ngawi berhasil membawa pulang lima penghargaan melalui berbagai inovasi yang dikembangkan sebagai solusi atas kebutuhan masyarakat dan sektor pertanian, yaitu:
Juara 2 Kategori Inovasi Daerah melalui inovasi JAGAD MELON.
Juara 3 Kategori Inovasi Daerah melalui inovasi TOPS MARKOTOB (Tandur One Pack System: Model Agribisnis Berbasis Tim Budidaya Optimal Berkelanjutan).
Juara 3 Kategori Inovasi Agribisnis dan Energi melalui inovasi TRABAS RATAN (Trap Barrier System: Solusi Pencegahan Regenerasi Hama Tikus Berkelanjutan).
Juara Harapan 1 Kategori Inovasi Sosial Budaya melalui inovasi KOMPAS PANGAN (Komunitas Petani Muda Sektor Pangan Bermuatan Pemberdayaan Mandiri Berkelanjutan).
Juara Harapan 2 Kategori Inovasi Teknologi Berbasis Website/Mobile melalui inovasi LAPOR PAK TANI (Layanan Aspirasi dan Pengawalan Online Responsif Permasalahan Pertanian Ngawi).
Prestasi tersebut menjadi bukti nyata komitmen DKPP Kabupaten Ngawi dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan teknologi dan tata kelola, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi petani dan masyarakat. Berbagai inovasi yang dikembangkan lahir dari proses identifikasi kebutuhan di lapangan serta didukung kolaborasi lintas sektor guna menjawab tantangan pembangunan pertanian secara berkelanjutan.
Keberhasilan ini juga merupakan hasil sinergi antara DKPP Kabupaten Ngawi dengan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), kelompok tani, akademisi, mitra pembangunan, serta seluruh pemangku kepentingan yang terus berkontribusi dalam menciptakan inovasi untuk kemajuan sektor pertanian.
DKPP Kabupaten Ngawi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Ngawi atas dukungan yang diberikan dalam pengembangan inovasi daerah. Penghargaan yang diraih diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan inovasi yang adaptif, aplikatif, dan berkelanjutan.
Melalui semangat inovasi, DKPP Kabupaten Ngawi berkomitmen untuk terus mendukung terwujudnya pembangunan pertanian yang maju, mandiri, berdaya saing, serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani sebagai bagian dari pembangunan Kabupaten Ngawi yang berkelanjutan.
Ngawi – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi menerima kunjungan kerja dan studi komparasi Komisi II DPRD Kabupaten Banjarnegara dalam rangka memperkuat koordinasi, bertukar informasi, serta berbagi pengalaman mengenai kebijakan dan strategi pembangunan sektor pertanian serta ketahanan pangan.
Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah yang memerlukan dukungan kebijakan, penguatan anggaran, dan kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dunia usaha, serta masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Pada kesempatan tersebut, DKPP Kabupaten Ngawi memaparkan implementasi Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB) sebagai pendekatan budidaya yang mengintegrasikan prinsip-prinsip ramah lingkungan untuk menjaga keseimbangan ekosistem, menghasilkan pangan yang aman dikonsumsi, meningkatkan produktivitas lahan, serta mendorong kemandirian petani. Penerapan PRLB juga menjadi strategi dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian di tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan peningkatan produksi pangan.
Selain itu, dipaparkan berbagai capaian Kabupaten Ngawi sebagai salah satu lumbung pangan nasional dengan produktivitas padi yang tinggi. Keberhasilan tersebut didukung oleh peningkatan Indeks Pertanaman (IP), penerapan teknologi budidaya, modernisasi alat dan mesin pertanian, serta optimalisasi sistem irigasi yang mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha tani.
Dalam diskusi juga dibahas upaya penguatan kelembagaan ekonomi petani melalui pembentukan koperasi tani, pengembangan kemitraan dengan pelaku usaha, optimalisasi Toko Tani Indonesia Milenial, serta pengembangan hilirisasi hasil pertanian. Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah terhadap produk pertanian sekaligus memperpendek rantai pemasaran sehingga meningkatkan daya saing dan pendapatan petani.
DKPP Kabupaten Ngawi turut menyampaikan bahwa penerapan PRLB tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menjadi strategi menjaga ketahanan pangan daerah, melestarikan sumber daya alam, serta memperkuat kontribusi sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi.
Sejalan dengan hal tersebut, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Kabupaten Ngawi pada tahun 2025 diproyeksikan tumbuh sebesar 1,67 persen (ADHK 2010), meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 1,02 persen. Data Proyeksi tersebut menunjukkan adanya percepatan pertumbuhan ekonomi sektor pertanian yang didukung oleh berbagai program pembangunan dan inovasi di bidang pertanian. (smb : PDRB Kabupaten Ngawi 2021–2025, BPS Volume 12 2026)
Melalui kunjungan kerja dan studi komparasi ini diharapkan terjalin kerja sama yang semakin erat antar pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan sektor pertanian, mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan petani sebagai pilar utama pembangunan daerah.
Kementerian Pertanian melalui BBPOPT bersama Pemerintah Jawa Timur menggelar Gerakan Percepatan Tanam Serempak di 38 kabupaten/kota, dipusatkan di Ngawi (23/4/2026) dengan tema “Sawah Bersholawat Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan”. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, TNI, penyuluh, dan petani.
Gerakan ini bertujuan meningkatkan luas tanam padi di tengah tantangan musim kemarau, dengan target kenaikan 3,4% dalam satu hari. Uniknya, kegiatan dipadukan dengan pendekatan spiritual melalui sholawat untuk membangun semangat dan kebersamaan petani.
Di tingkat daerah, Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menyampaikan bahwa dengan luas sawah sekitar 49 ribu hektar, strategi yang disiapkan meliputi peningkatan indeks pertanaman hingga 2,8, percepatan tanam, peningkatan produktivitas, serta penguatan pertanian ramah lingkungan. Untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem, Pemkab Ngawi juga menyiapkan mitigasi kekeringan melalui program E-Farm dan optimalisasi sumber air.
Data menunjukkan tren positif pertanian Jawa Timur, dengan luas tanam naik 9,7% dan produksi beras meningkat lebih dari 2%. Upaya pendukung meliputi optimalisasi irigasi, percepatan olah tanah, serta penggunaan teknologi seperti SIFORTUNA untuk memantau hama.
Pemerintah menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dan keserempakan tanam hingga panen guna menjaga posisi Jawa Timur sebagai penghasil padi utama nasional, sekaligus mendukung target swasembada pangan.
Ngawi — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi menerima kunjungan kerja Komisi B DPRD Kabupaten Kendal dalam rangka pertukaran informasi dan penguatan referensi terkait pengelolaan lahan pertanian serta penerapan teknologi pertanian modern.
Kunjungan ini disambut langsung oleh jajaran DKPP Kabupaten Ngawi yang kemudian menyampaikan pemaparan mengenai kondisi sektor pertanian di Kabupaten Ngawi, potensi lahan yang tersedia, serta berbagai program unggulan yang telah dilaksanakan dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian.
Dalam pertemuan tersebut, DKPP Kabupaten Ngawi juga menjelaskan strategi optimalisasi lahan pertanian yang diterapkan di daerah, termasuk upaya peningkatan pemanfaatan lahan dan intensifikasi pertanian. Selain itu, dipaparkan pula penerapan teknologi pertanian modern, meliputi penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan), pengembangan sistem irigasi modern untuk efisiensi penggunaan air, serta pemanfaatan teknologi digital melalui konsep smart farming.
Diskusi berlangsung secara interaktif dengan membahas berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian, antara lain keterbatasan sumber daya, dampak perubahan iklim, serta tingkat adopsi teknologi di kalangan petani yang masih perlu ditingkatkan.
DKPP Kabupaten Ngawi dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya dukungan kebijakan daerah yang adaptif serta penguatan sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan pelaku usaha guna mendorong pengembangan sektor pertanian yang berkelanjutan.
Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan dapat terjalin kerja sama yang lebih erat serta pertukaran pengetahuan yang bermanfaat dalam upaya meningkatkan kinerja sektor pertanian di masing-masing daerah.
Dalam upaya memperkuat ekosistem pertanian yang tangguh dan berkelanjutan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi hadir dalam acara bersama konsorsium lembaga KRKP (Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan), Rikolto, CISU (Civil Society in Development) dan PbN (Preferred by Nature) pada Selasa (31/03/2026). Kegiatan yang berlangsung di Rumah Makan Kedai Duta-Qu, Karangtengah, Ngawi bertajuk Pertemuan Petani Tingkat Kabupaten ini merupakan tindak lanjut Program Sustainable Rice Platform (SRP) yang telah dilaksanakan di Kabupaten Ngawi.
Dalam sambutannya Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi Supardi mengatakan bahwa Program Rice Silience (Beras Tangguh) dan Sustainable Rice Platform (SRP) sangat sejalan dan selaras dengan Program Pemerintah Kabupaten Ngawi yakni Program Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB) dan Komitmen Bupati Ngawi dalam International Sustainable Rice Forum. Tantangan Pertanian kedepan di Kabupaten Ngawi sangat menantang, dengan penurunan Luas Baku Sawah dari 50.715 Ha menjadi 49.622 Ha dengan tetap bisa meningkatkan produksi padi dan menjaga tingkat kesuburan lahan sehingga stabilitas swasembada pangan khususnya Padi tetap terjaga.
Hadir dalam pertemuan tersebut para pemangku kepentingan antara lain dari pihak pemerintahan, organisasi non-pemerintah, petani,Poktan, Gapoktan, KWT, HKTI dan pelaku usaha penggilingan padi.
Ricesilience Project merupakan kegiatan dalam rangka peningkatan kapasitas budidaya beras berkelanjutan dengan merepakan prinsip sustainable rice platform untuk membangun ekosistem beras tangguh mulai manajemen usaha tani, persiapan awal, penggunaan air, manajemen hara, PHT, panen dan pasca panen, kesehatan dan keselamatan petani, serta hak pekerja pertanian/buruh tani.
Hasil dari pelaksanaan Demplot Sekolah Lapang SRP di Desa Dempel Kecamatan Geneng Kaupaten Ngawi Musim Tanam 1 2025-2026, peningkatan pendapatan petani 10-20%, pengurangan penggunaan air 20%, dan hamper 50% pengurangan emisi metana dari sawah yang tergenang, hingga terbentuknya Multi Stakeholder Forum (MSF) sebagai wadah advokasi petani. (BH.m)