Studi Tiru Manajemen Pengendalian Produksi Pangan, DKPP Ngawi Sambut Kunjungan Kerja Dinas TPHP Kabupaten Jember

Studi Tiru Manajemen Pengendalian Produksi Pangan, DKPP Ngawi Sambut Kunjungan Kerja Dinas TPHP Kabupaten Jember

Ngawi – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi menerima kunjungan kerja dari Pemerintah Kabupaten Jember yang terdiri dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Jember, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jember, serta Bappeda Kabupaten Jember. Kunjungan kerja ini dilaksanakan dalam rangka studi tiru dan referensi manajemen pengendalian produksi pangan.

Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai strategi dan kebijakan yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam mengelola sektor pertanian yang menjadi salah satu sektor unggulan daerah. Kabupaten Ngawi dikenal sebagai salah satu lumbung padi nasional dengan luas lahan pertanian mencapai sekitar 49.622 hektare yang memungkinkan petani melakukan tiga kali masa tanam dalam satu tahun.

Meski menghadapi tantangan berupa berkurangnya luas lahan pertanian akibat pergeseran pemanfaatan lahan ke sektor industri, Pemerintah Kabupaten Ngawi terus berupaya meningkatkan produktivitas pertanian melalui berbagai program dan inovasi.

Salah satu inovasi yang diterapkan adalah pemantauan kinerja penyuluh pertanian secara realtime melalui aplikasi SIKETAN, sehingga aktivitas penyuluhan di lapangan dapat dipantau setiap hari. Meskipun secara status kepegawaian penyuluh pertanian saat ini berada di bawah pemerintah pusat, koordinasi dan sinergi dengan pemerintah daerah tetap berjalan dengan baik dalam mendukung program pembangunan pertanian.

Selain itu, Kabupaten Ngawi juga mengembangkan inovasi Electric Farming (ELFARM) melalui pengembangan sumur submersible yang menjadi salah satu faktor keberhasilan dalam mendukung kebutuhan air bagi lahan pertanian.

Komoditas unggulan Kabupaten Ngawi adalah padi, yang kemudian disusul oleh tebu serta jagung sebagai komoditas pendukung. Dengan pola tanam yang terkelola dengan baik, aktivitas tanam dan panen padi berlangsung hampir setiap bulan di berbagai wilayah Kabupaten Ngawi.

Dalam upaya menjaga keberlanjutan sektor pertanian, Pemerintah Kabupaten Ngawi juga mengembangkan program Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB) sebagai indikator peningkatan ketahanan pangan yang berkualitas. Program ini menekankan pentingnya perbaikan kondisi tanah melalui pengembalian unsur organik ke dalam tanah sawah guna menjaga kesuburan lahan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pertanian organik, Bupati Ngawi juga membentuk Lembaga Sertifikasi Organik (LOC) Lawu Organic Sertifikat yang berperan dalam memberikan sertifikasi bagi produk pertanian organik.

Sektor pertanian di Kabupaten Ngawi juga mendapat dukungan kuat dari pemerintah daerah karena menjadi salah satu visi dan misi utama Bupati Ngawi dalam pembangunan daerah. Dukungan tersebut diperkuat dengan pengelolaan data pertanian yang terintegrasi melalui Forum Satu Data yang melibatkan BPS, Dinas Kominfo, serta Bappeda sehingga data yang dihasilkan lebih akurat dan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan pembangunan.

Melalui kunjungan kerja ini diharapkan dapat terjalin pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar daerah dalam meningkatkan efektivitas manajemen produksi pangan serta memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional.

Gerakan Pangan Murah Jelang Idul Fitri 2026, DKPP Ngawi Hadirkan Bahan Pokok di Bawah Harga Pasar

Gerakan Pangan Murah Jelang Idul Fitri 2026, DKPP Ngawi Hadirkan Bahan Pokok di Bawah Harga Pasar

Ngawi – Dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah yang berlokasi di Jl. Serong Timur Alun-Alun Ngawi, Rabu (4/3/2026).

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Ngawi pada pukul 07.30 WIB. Pembukaan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam membantu masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Gerakan Pangan Murah menyediakan beragam komoditas strategis, antara lain beras, telur, minyak goreng, cabai rawit, cabai keriting, cabai besar, bawang merah, bawang putih, tepung terigu, daging ayam, ikan lele, aneka sayuran, aneka buah-buahan, serta produk dan makanan olahan lokal. Seluruh komoditas yang dijual dalam kegiatan ini ditawarkan dengan harga di bawah harga pasar, sehingga terdapat selisih harga yang lebih murah dan terjangkau bagi masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), sekaligus bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap daya beli masyarakat, khususnya menjelang hari besar keagamaan yang biasanya diiringi dengan peningkatan permintaan bahan pokok.

Melalui Gerakan Pangan Murah ini, diharapkan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan bahan pangan dengan lebih mudah dan ekonomis, sehingga dapat menjalankan ibadah Ramadhan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan tenang, nyaman, dan penuh kebahagiaan.

Pemerintah Kabupaten Ngawi berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program strategis yang mendukung ketahanan pangan daerah serta menjaga stabilitas harga demi kesejahteraan masyarakat.

Kunjungan Kerja DPRD dan Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung dalam Penguatan Inovasi Electric Farming

Kunjungan Kerja DPRD dan Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung dalam Penguatan Inovasi Electric Farming

DPRD Kabupaten Tulungagung bersama Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung melaksanakan kunjungan kerja ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi dalam rangka penguatan program Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan serta peningkatan produktivitas melalui inovasi Electric Farming.

Kunjungan ini menjadi wadah diskusi, berbagi pengalaman, serta pertukaran praktik baik dalam pengembangan sistem pertanian berbasis teknologi yang efisien, adaptif terhadap perubahan iklim, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Implementasi Electric Farming di Kabupaten Ngawi menjadi salah satu inovasi strategis dalam mendorong peningkatan hasil produksi sekaligus menekan biaya operasional dan dampak lingkungan.

Kabupaten Ngawi sendiri dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional, dengan kontribusi signifikan terhadap produksi beras dan komoditas pangan lainnya. Capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, petani, penyuluh, serta dukungan penuh Bupati Ngawi dalam mendorong transformasi pertanian modern yang berkelanjutan dan berbasis inovasi.

Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang semakin erat antar daerah dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas, serta mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan berdaya saing untuk kesejahteraan petani dan masyarakat.

Kunjungan Studi PRLB : DKPP Ngawi Berbagi Pengalaman dengan Dinas Pertanian Boyolali

Kunjungan Studi PRLB : DKPP Ngawi Berbagi Pengalaman dengan Dinas Pertanian Boyolali

Ngawi – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi menerima kunjungan kerja Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali pada hari ini dalam rangka studi pembelajaran implementasi Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB). Program PRLB merupakan salah satu program strategis Pemerintah Kabupaten Ngawi yang terus dikembangkan untuk mendorong pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Kegiatan kunjungan diawali dengan pemaparan mengenai kebijakan, strategi, serta capaian pelaksanaan PRLB di Kabupaten Ngawi. Dalam kesempatan tersebut disampaikan gambaran umum wilayah pertanian, karakteristik agroekosistem, dan arah pembangunan pertanian daerah. Pemaparan juga menekankan peran penting visi dan misi Bupati Ngawi yang mendorong lahirnya sejumlah regulasi kunci, seperti Peraturan Daerah tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan serta Peraturan Daerah tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Selain itu, kebijakan penunjukan pengelola pupuk ramah lingkungan turut menjadi langkah strategis dalam memperkuat konsolidasi pelaksanaan program di lapangan.

Pada sesi diskusi, rombongan dari Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali memberikan perhatian besar terkait keberhasilan implementasi PRLB di Ngawi, terutama mengenai bagaimana program tersebut diterima secara positif oleh petani serta dijalankan secara konsisten. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi menjelaskan bahwa komitmen pimpinan daerah, khususnya arahan Bupati Ngawi, menjadi faktor penentu dalam proses sosialisasi, pendampingan teknis, serta penguatan komitmen petani untuk beralih pada praktik pertanian berbasis organik dan ramah lingkungan.

Setelah paparan, rombongan melanjutkan kegiatan dengan melakukan kunjungan lapangan ke Lumbung MOL/POC Kelompok Tani Sri Agung, Desa Sukowiyono, Kecamatan Padas. Lumbung ini merupakan salah satu model pengelolaan bahan organik yang telah berjalan efektif sekaligus menjadi pusat edukasi bagi petani dalam memproduksi dan memanfaatkan MOL (Mikro Organisme Lokal) serta POC (Pupuk Organik Cair). Pada kesempatan tersebut, tim dari Boyolali memperoleh informasi mengenai latar belakang pembentukan lumbung, mekanisme penyebaran pengetahuan kepada petani, serta strategi pendampingan yang memungkinkan inovasi ini diterapkan secara merata di tingkat desa.

Kunjungan kerja ini juga menjadi forum diskusi mengenai arah pengembangan PRLB di masa mendatang. Pemerintah Kabupaten Ngawi menyampaikan sejumlah rencana strategis, antara lain pembentukan Lembaga Sertifikasi Organik Lawu Organik Certification (LOC), fasilitasi penambahan Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO), penguatan kerja sama riset dengan akademisi dan laboratorium, serta target jangka panjang PRLB hingga tahun 2030. Target tersebut mencakup perluasan lahan organik, penguatan branding produk organik daerah, dan pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap kerja sama dan sinergi antardaerah dalam mengembangkan pertanian ramah lingkungan dapat terus diperkuat. Penerapan PRLB diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan daerah, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta mendorong kemandirian petani dalam menghadapi tantangan pertanian ke depan.

Wakil Menteri Pertanian Tinjau Percepatan Panen di Ngawi, Dorong Peningkatan IP dan Mutu Produksi

Wakil Menteri Pertanian Tinjau Percepatan Panen di Ngawi, Dorong Peningkatan IP dan Mutu Produksi

Ngawi, 18 Juni 2025 — Dalam rangka mempercepat masa panen padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional, Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono B.Eng., M.M., MBA, melaksanakan kunjungan kerja ke Desa Kendal, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (18/6).

Kegiatan yang diawali dengan prosesi adat “Methil” sebagai bentuk rasa syukur atas panen melimpah ini turut dihadiri oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, S.T., M.H., Dirjen Tanaman Pangan Dr. Yudi Sastro, SP., MP, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPSDMP) Dr. Idha Widi Arsanti, SP., MP., serta sejumlah pejabat Kementerian Pertanian, Pemprov Jawa Timur, dan perwakilan legislatif DPR RI dan DPRD Jatim.

Wamentan Sudaryono secara langsung turun ke sawah dan melakukan panen menggunakan alat modern combine harvester. Ia terlihat antusias mengoperasikan alat tersebut, menunjukkan dukungannya terhadap mekanisasi pertanian yang efisien dan berdaya guna tinggi.

Dalam dialog bersama para petani, Sudaryono memberikan apresiasi atas keberhasilan Kabupaten Ngawi yang konsisten menjadi salah satu sentra produksi pangan utama di Jawa Timur, bahkan secara nasional. Ia mendorong peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dari 3 menjadi 4 kali tanam per tahun serta menjaga mutu hasil panen.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung produktivitas petani, Wamentan menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa satu unit Combine Harvester Besar dan Traktor roda dua kepada kelompok tani di Ngawi.