Kunjungan Kerja DPRD dan Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung dalam Penguatan Inovasi Electric Farming

Kunjungan Kerja DPRD dan Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung dalam Penguatan Inovasi Electric Farming

DPRD Kabupaten Tulungagung bersama Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung melaksanakan kunjungan kerja ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi dalam rangka penguatan program Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan serta peningkatan produktivitas melalui inovasi Electric Farming.

Kunjungan ini menjadi wadah diskusi, berbagi pengalaman, serta pertukaran praktik baik dalam pengembangan sistem pertanian berbasis teknologi yang efisien, adaptif terhadap perubahan iklim, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Implementasi Electric Farming di Kabupaten Ngawi menjadi salah satu inovasi strategis dalam mendorong peningkatan hasil produksi sekaligus menekan biaya operasional dan dampak lingkungan.

Kabupaten Ngawi sendiri dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional, dengan kontribusi signifikan terhadap produksi beras dan komoditas pangan lainnya. Capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, petani, penyuluh, serta dukungan penuh Bupati Ngawi dalam mendorong transformasi pertanian modern yang berkelanjutan dan berbasis inovasi.

Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang semakin erat antar daerah dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas, serta mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan berdaya saing untuk kesejahteraan petani dan masyarakat.

Kunjungan Studi PRLB : DKPP Ngawi Berbagi Pengalaman dengan Dinas Pertanian Boyolali

Kunjungan Studi PRLB : DKPP Ngawi Berbagi Pengalaman dengan Dinas Pertanian Boyolali

Ngawi – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi menerima kunjungan kerja Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali pada hari ini dalam rangka studi pembelajaran implementasi Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB). Program PRLB merupakan salah satu program strategis Pemerintah Kabupaten Ngawi yang terus dikembangkan untuk mendorong pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Kegiatan kunjungan diawali dengan pemaparan mengenai kebijakan, strategi, serta capaian pelaksanaan PRLB di Kabupaten Ngawi. Dalam kesempatan tersebut disampaikan gambaran umum wilayah pertanian, karakteristik agroekosistem, dan arah pembangunan pertanian daerah. Pemaparan juga menekankan peran penting visi dan misi Bupati Ngawi yang mendorong lahirnya sejumlah regulasi kunci, seperti Peraturan Daerah tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan serta Peraturan Daerah tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Selain itu, kebijakan penunjukan pengelola pupuk ramah lingkungan turut menjadi langkah strategis dalam memperkuat konsolidasi pelaksanaan program di lapangan.

Pada sesi diskusi, rombongan dari Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali memberikan perhatian besar terkait keberhasilan implementasi PRLB di Ngawi, terutama mengenai bagaimana program tersebut diterima secara positif oleh petani serta dijalankan secara konsisten. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi menjelaskan bahwa komitmen pimpinan daerah, khususnya arahan Bupati Ngawi, menjadi faktor penentu dalam proses sosialisasi, pendampingan teknis, serta penguatan komitmen petani untuk beralih pada praktik pertanian berbasis organik dan ramah lingkungan.

Setelah paparan, rombongan melanjutkan kegiatan dengan melakukan kunjungan lapangan ke Lumbung MOL/POC Kelompok Tani Sri Agung, Desa Sukowiyono, Kecamatan Padas. Lumbung ini merupakan salah satu model pengelolaan bahan organik yang telah berjalan efektif sekaligus menjadi pusat edukasi bagi petani dalam memproduksi dan memanfaatkan MOL (Mikro Organisme Lokal) serta POC (Pupuk Organik Cair). Pada kesempatan tersebut, tim dari Boyolali memperoleh informasi mengenai latar belakang pembentukan lumbung, mekanisme penyebaran pengetahuan kepada petani, serta strategi pendampingan yang memungkinkan inovasi ini diterapkan secara merata di tingkat desa.

Kunjungan kerja ini juga menjadi forum diskusi mengenai arah pengembangan PRLB di masa mendatang. Pemerintah Kabupaten Ngawi menyampaikan sejumlah rencana strategis, antara lain pembentukan Lembaga Sertifikasi Organik Lawu Organik Certification (LOC), fasilitasi penambahan Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO), penguatan kerja sama riset dengan akademisi dan laboratorium, serta target jangka panjang PRLB hingga tahun 2030. Target tersebut mencakup perluasan lahan organik, penguatan branding produk organik daerah, dan pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap kerja sama dan sinergi antardaerah dalam mengembangkan pertanian ramah lingkungan dapat terus diperkuat. Penerapan PRLB diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan daerah, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta mendorong kemandirian petani dalam menghadapi tantangan pertanian ke depan.

Wakil Menteri Pertanian Tinjau Percepatan Panen di Ngawi, Dorong Peningkatan IP dan Mutu Produksi

Wakil Menteri Pertanian Tinjau Percepatan Panen di Ngawi, Dorong Peningkatan IP dan Mutu Produksi

Ngawi, 18 Juni 2025 — Dalam rangka mempercepat masa panen padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional, Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono B.Eng., M.M., MBA, melaksanakan kunjungan kerja ke Desa Kendal, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (18/6).

Kegiatan yang diawali dengan prosesi adat “Methil” sebagai bentuk rasa syukur atas panen melimpah ini turut dihadiri oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, S.T., M.H., Dirjen Tanaman Pangan Dr. Yudi Sastro, SP., MP, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPSDMP) Dr. Idha Widi Arsanti, SP., MP., serta sejumlah pejabat Kementerian Pertanian, Pemprov Jawa Timur, dan perwakilan legislatif DPR RI dan DPRD Jatim.

Wamentan Sudaryono secara langsung turun ke sawah dan melakukan panen menggunakan alat modern combine harvester. Ia terlihat antusias mengoperasikan alat tersebut, menunjukkan dukungannya terhadap mekanisasi pertanian yang efisien dan berdaya guna tinggi.

Dalam dialog bersama para petani, Sudaryono memberikan apresiasi atas keberhasilan Kabupaten Ngawi yang konsisten menjadi salah satu sentra produksi pangan utama di Jawa Timur, bahkan secara nasional. Ia mendorong peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dari 3 menjadi 4 kali tanam per tahun serta menjaga mutu hasil panen.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung produktivitas petani, Wamentan menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa satu unit Combine Harvester Besar dan Traktor roda dua kepada kelompok tani di Ngawi.

Kunjungan Kerja Komisi II DPRD Gresik

Kunjungan Kerja Komisi II DPRD Gresik

Ngawi, 12 Juni 2025 – Komisi II DPRD Kabupaten Gresik melakukan kunjungan kerja ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi dalam rangka studi banding terkait strategi pencegahan alih fungsi lahan pertanian. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 12 Juni 2025 ini dihadiri oleh 16 anggota DPRD Gresik, serta perwakilan Dinas PUPR Kabupaten Ngawi, khususnya dari Bidang Penataan Ruang.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana DKPP Ngawi, Franky Ardian Febria Wardana, SP, M.Eng, membuka kegiatan yang dilanjutkan dengan sesi diskusi pukul 09.00 hingga 10.45 WIB. Dalam forum tersebut, Wongso Negoro, SE, SH, M.Si, memaparkan berbagai pendekatan yang telah diterapkan di Kabupaten Ngawi dalam menjaga eksistensi lahan pertanian di tengah pesatnya perkembangan industri.

Kabupaten Ngawi, yang menetapkan sekitar 38% wilayahnya sebagai kawasan pangan dan hanya 1,5% untuk kawasan industri, menerapkan strategi pengendalian berbasis kolaborasi lintas sektor, penguatan perizinan, serta edukasi publik. Pengendalian dilakukan secara selektif, terutama pada lahan strategis di pinggir jalan.

Sejak 2021, data baku sawah di Ngawi telah ditetapkan sebagai lahan pertanian yang dilindungi. Hal ini diperkuat dengan berbagai program pendukung seperti Program Rencana Lahan Berkelanjutan (PRLB), RUBHA (Rumah Burung Hantu) untuk pengendalian hama, subsidi benih, serta pengembangan Lumbung MOL (Mikroorganisme Lokal) di tiap desa.

Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi referensi penting bagi DPRD Gresik dalam merumuskan kebijakan perlindungan lahan pertanian demi menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi daerah.

Capacity Building DKPP Kabupaten Ngawi di BBPP Batu: Perkuat Peran Penyuluh dalam Mendukung Swasembada Pangan

Capacity Building DKPP Kabupaten Ngawi di BBPP Batu: Perkuat Peran Penyuluh dalam Mendukung Swasembada Pangan

Capacity Building DKPP Kabupaten Ngawi di BBPP Batu: Perkuat Peran Penyuluh dalam Mendukung Swasembada Pangan
Batu, Juni 2025 — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi melaksanakan kegiatan Capacity Building di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu sebagai upaya meningkatkan kapasitas aparatur dan memperkuat kolaborasi antar lembaga pelatihan pertanian.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang sebagai narasumber utama. Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi utama bertajuk “Pendayagunaan Penyuluh Pertanian dalam Mendukung Swasembada Pangan”, yang menekankan pentingnya optimalisasi peran penyuluh sebagai ujung tombak dalam penyebaran inovasi dan pendampingan petani di lapangan.
Dalam pemaparannya, Direktur Polbangtan Malang menyampaikan bahwa penyuluh pertanian memiliki posisi strategis dalam mempercepat transformasi sektor pertanian, terutama dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan nasional. Diperlukan sinergi antara pemerintah, lembaga pelatihan, dan pelaku usaha tani agar program swasembada pangan dapat tercapai secara berkelanjutan.
Pada hari kedua, peserta melaksanakan kunjungan lapangan ke beberapa lembaga strategis, yaitu:


Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, untuk mempelajari terkait Penyakit Mulut dan Kuku serta pengolahan susu menjadi burger
Stasiun Meteorologi BMKG, guna memahami peran data iklim dan cuaca dalam mendukung pertanian presisi dan mitigasi risiko pertanian.
Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan,
Kepala DKPP Kabupaten Ngawi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam penguatan kapasitas SDM pertanian serta peningkatan kualitas layanan publik di sektor ketahanan pangan dan pertanian.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen DKPP Kabupaten Ngawi dalam mendorong pertanian modern yang adaptif terhadap perubahan zaman, serta menjadikan penyuluh sebagai garda terdepan dalam membangun kedaulatan pangan daerah.