Ngawi – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi menerima kunjungan kerja dan studi komparasi Komisi II DPRD Kabupaten Banjarnegara dalam rangka memperkuat koordinasi, bertukar informasi, serta berbagi pengalaman mengenai kebijakan dan strategi pembangunan sektor pertanian serta ketahanan pangan.

Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah yang memerlukan dukungan kebijakan, penguatan anggaran, dan kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dunia usaha, serta masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Pada kesempatan tersebut, DKPP Kabupaten Ngawi memaparkan implementasi Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB) sebagai pendekatan budidaya yang mengintegrasikan prinsip-prinsip ramah lingkungan untuk menjaga keseimbangan ekosistem, menghasilkan pangan yang aman dikonsumsi, meningkatkan produktivitas lahan, serta mendorong kemandirian petani. Penerapan PRLB juga menjadi strategi dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian di tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan peningkatan produksi pangan.

Selain itu, dipaparkan berbagai capaian Kabupaten Ngawi sebagai salah satu lumbung pangan nasional dengan produktivitas padi yang tinggi. Keberhasilan tersebut didukung oleh peningkatan Indeks Pertanaman (IP), penerapan teknologi budidaya, modernisasi alat dan mesin pertanian, serta optimalisasi sistem irigasi yang mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha tani.

Dalam diskusi juga dibahas upaya penguatan kelembagaan ekonomi petani melalui pembentukan koperasi tani, pengembangan kemitraan dengan pelaku usaha, optimalisasi Toko Tani Indonesia Milenial, serta pengembangan hilirisasi hasil pertanian. Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah terhadap produk pertanian sekaligus memperpendek rantai pemasaran sehingga meningkatkan daya saing dan pendapatan petani.

DKPP Kabupaten Ngawi turut menyampaikan bahwa penerapan PRLB tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menjadi strategi menjaga ketahanan pangan daerah, melestarikan sumber daya alam, serta memperkuat kontribusi sektor pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi.

Sejalan dengan hal tersebut, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Kabupaten Ngawi pada tahun 2025 diproyeksikan tumbuh sebesar 1,67 persen (ADHK 2010), meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 1,02 persen. Data Proyeksi tersebut menunjukkan adanya percepatan pertumbuhan ekonomi sektor pertanian yang didukung oleh berbagai program pembangunan dan inovasi di bidang pertanian. (smb : PDRB Kabupaten Ngawi 2021–2025, BPS Volume 12 2026)

Melalui kunjungan kerja dan studi komparasi ini diharapkan terjalin kerja sama yang semakin erat antar pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan sektor pertanian, mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan petani sebagai pilar utama pembangunan daerah.