Dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan data pertanian, telah dilaksanakan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Aplikasi SIKeTan (Sistem Informasi Kegiatan Penyuluhan Pertanian). Kegiatan ini dihadiri oleh para penyuluh pertanian dari seluruh kecamatan di Kabupaten Ngawi serta tim developer SIKeTan sebagai forum koordinasi, evaluasi, dan penyempurnaan aplikasi.
SIKeTan merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Ngawi untuk mengoptimalkan layanan penyuluhan pertanian melalui berbagai fitur, seperti toko tani, serta informasi dan data pertanian yang mendukung petani, penyuluh, dan pemerintah daerah.
Pada rapat kali ini dibahas beberapa kendala dalam penginputan dan pelaporan data, di antaranya masih terdapat data yang belum terunggah karena belum tersedianya operator di beberapa kecamatan. Selain itu, data SIKeTan wajib diinput setiap bulan karena menjadi salah satu sumber informasi strategis yang dipantau langsung oleh Bupati Ngawi sebagai dasar pengambilan kebijakan di sektor pertanian.
Selain itu, peserta rapat juga menyampaikan kendala pada fitur realisasi panen, di mana fungsi pencarian (search) belum tersedia serta proses input data yang masih dilakukan secara manual dan belum mendukung unggah data melalui format Excel. Berbagai masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi tim developer untuk pengembangan aplikasi ke depan.
Melalui koordinasi dan evaluasi ini, diharapkan berbagai kendala yang ada dapat segera ditindaklanjuti sehingga pemanfaatan SIKeTan semakin optimal, akurat, dan mampu mendukung penyusunan kebijakan pertanian yang tepat sasaran.
Ngawi – Dalam rangka mendukung upaya percepatan penurunan angka stunting serta peningkatan kesehatan ibu hamil, Tim Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi bersama Sekretaris Dinas selaku Orang Tua Asuh Balita Stunting dan Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) Tahun 2025 melaksanakan kunjungan lapangan pada Selasa, 16 Desember 2025.
Kunjungan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dan komitmen DKPP Kabupaten Ngawi dalam memastikan pemantauan perkembangan kesehatan balita stunting dan ibu hamil KEK secara langsung di lapangan. Dalam kesempatan ini, tim mengunjungi balita stunting atas nama Irsyad Maulana Langit yang berdomisili di Dusun Wonokerto.
Selain itu, kunjungan juga dilakukan kepada sejumlah ibu hamil KEK, yaitu Ibu Pirandani (Dusun Wonokerto), Ibu Anis (Dusun Malang, Desa Karanggupito), Ibu Endang (Dusun Campurejo, Desa Karangrejo), serta Ibu Ana (Dusun Basri, Desa Sidorejo).
Pada kegiatan tersebut, Tim DWP DKPP Kabupaten Ngawi melakukan pemantauan kondisi kesehatan serta memberikan edukasi singkat terkait pentingnya pemenuhan gizi selama masa kehamilan dan pertumbuhan balita. Sebagai bentuk dukungan nyata, tim juga menyerahkan bantuan asupan bergizi berupa susu, biskuit, telur, dan bahan pangan bergizi lainnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan balita stunting Irsyad Maulana Langit dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sehingga segera terbebas dari status stunting. Sementara itu, para ibu hamil KEK diharapkan semakin sehat dan mampu melahirkan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi terus berkomitmen untuk berperan aktif dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting melalui kolaborasi lintas sektor dan pendampingan berkelanjutan di tingkat masyarakat.
Dalam rangka mendukung program prioritas Kementerian Pertanian dalam mengimplementasikan Nawacita berupa kedaulatan pangan melalui pencapaian swasembada pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur melaksanakan Gerakan Panen dan Serap Gabah di Gapoktan Ngudi Makmur Desa Tambakboyo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi (26/2/2025). Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi, pelaksanaan Gerakan Panen dan Serap Gabah yang rencananya akan dihadiri secara langsung oleh Wakil Menteri Pertanian yaitu Sudaryono B.Eng., M.M, MBA. namun berhalangan hadir dan diwakilkan oleh Direktur Aneka Kacang dan Umbi (Akabi) yaitu Ir. Dyah Susikarti, M.P, serta dihadiri oleh Pimpinan BULOG Jawa Timur, Kapolres Ngawi, Dandim 0805 Ngawi, Pos Indonesia, dan beberapa Kepala OPD Kab. Ngawi serta Forpimcam Mantingan.
Diketahui bahwa Kabupaten Ngawi merupakan salah satu kabupaten dengan peringkat ke-1 dengan IP tanam tertinggi tingkat nasional pada tahun 2024, dan peringkat 8 untuk produksi padi tertinggi serta peringkat 7 untuk produksi beras tingkat nasional pada tahun 2023. Peningkatan provitas dan produksi tersebut didukung dengan adanya implementasi PRLB di Kabupaten Ngawi. Dalam penyampaiannya, Supardi, SE.,M.Si selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi juga menyampaikan mengenai kerjasama DKPP Kab. Ngawi bersama dengan PT. Bulog dalam mendukung keberlangsungan pasca panen padi di wilayah Kabupaten Ngawi dan juga mengenai kerjasama DKPP Kab. Ngawi dengan PLN untuk program elfarm yaitu listrik masuk sawah yang digunakan untuk pemasangan air sibel.
“Dengan adanya program listrik masuk sawah diharapkan untuk dapat dimaksimalkan dalam mengaliri air sibel, dan dihimbau untuk tidak memanfaatkan aliran listrik yg digunakan untuk perangkap tikus. Diharapkan untuk memaksimalkan pemasangan rubuha sebagai upaya mengurangi populasi tikus”, ujar Supardi, SE., M.Si.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur juga menyampaikan bahwa Kabupaten Ngawi menyumbang peringkat ke-2 se-Jawa Timur untuk produksi padi setelah Kabupaten Lamongan. “Kabupaten Ngawi merupakan wilayah terpenting untuk Jawa Timur, dan Jawa Timur adalah sektor penting untuk nasional”, ujar Dr. Ir. Heru Suseno, MT. selaku Kepala DPKP Provinsi Jawa Timur.
Wamentan melalui Direktur Akabi juga menyampaikan pentingnya peran sektor pertanian dalam mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia emas 2045. Disampaikan kunci swasembada pangan yang akan dicapai meliputi ketersediaan irigasi, ketersediaan benih unggul, ketersediaan pupuk, program tumpeng sisip padi gogo/sawit, cetak sawah, serap gabah oleh Bulog dan pengawalan oleh TNI dan POLRI. Untuk penggunaan pupuk ramah lingkungan yang dilaksanakan oleh Kabupaten Ngawi diharapkan dapat menggantikan pemupuk kimia dan menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat dengan biaya produksi yang lebih rendah.
Rapat Koordinasi Luas Tambah Tanam (LTT) Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur dengan diikuti oleh Kepala Dinas serta Kepala Bidang Tanaman Pangan se Provinsi Jawa Timur. Rapat dipimpin langsung oleh Dirjen Tanaman Pangan Kementrian Pertanian RI, DR. Yudi Sastro, S.P., M.P. Bersama dengan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Ir. Dydik Rudy Prasetya, M. MA Dalam rapat tersebut, Dirjen TP mengharapkan Distan Kota/Kabupaten untuk mendorong para petani di Jawa Timur lebih memaksimalkan lahan pertanian yang ada. Terutama dalam musim kemarau yang dihadapi saat ini, alternatif untuk menanam padi bisa dilakukan dengan memanfaatkan sumber air dengan lebih efisien melalui salah satunya program pompanisasi, penggunaan varietas unggul dan menggunakan metode tepat budidaya. Selanjutnya, memberikan target LTT periode tanam Agustus-Desember 2024 sebagai komitmen kesanggupan oleh masing-masing Distan Kabupaten/Kota se Jawa Timur
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi yang diwakili oleh Kepala Dinas Bapak Supardi, S.E., M.Si dan Kepala Bidang Tanaman Pangan berkomitmen untuk merealisasikan target yang telah diberikan, mengingat Kabupaten Ngawi menjadi peringkat pertama Indeks Pertanaman Padi secara nasional dan salah satu fokus utama penyangga produksi padi. Perluasan area tanam ini merupakan strategi utama yang akan ditempuh guna menjawab tantangan cuaca dan iklim di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Ngawi. Perlu diketahui bersama, tujuan dari program LTT adalah untuk memberi motivasi kepada petani untuk selalu menanam padi terutama pada saat kondisi cuaca ekstrem, sehingga tidak terkendala soal air atau pengairan terutama untuk lahan-lahan kering atau sawah tadah hujan bisa untuk lebih dioptimalkan. Guna mencapai keberhasilan atas komitmen program tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi akan meningkatkan kerja sama semua pihak termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, dan elemen terkait lainnya demi menjaga lumbung pandan dan meningkatkan produksi tanaman pangan secara Nasional di tahun 2024.