Kegiatan Sekolah Lapang Tahap II IPDMIP Kelompok Tani “SIDODADI” dan “SRI MEKAR” Desa Dawu Kec. Paron Kab. Ngawi

Kegiatan Sekolah Lapang Tahap II IPDMIP Kelompok Tani “SIDODADI” dan “SRI MEKAR” Desa Dawu Kec. Paron Kab. Ngawi

Kamis, 28 Juli 2022 pukul 09.00 WIB-Selesai dilaksanakan oleh Sekolah Lapang IPDMIP Tahap II di Kelompok Tani “Sidodadi” dan “Sri Mekar” Desa Dawu Kecamatan Paron. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus kelompok tani dan anggota kelompok, Koordinator BPP, PPL Balai Penyuluhan Pertanian Paron dan Staf Lapang IPDMIP. Selanjutnya materi disampaikan oleh PPL Pak Kukuh mengenai bahaya bahan bimia. Dilanjutkan praktek yang diarahkan langsung oleh Petugas POPT Bu Ayu mengenai pupuk organik yang dibuat dengan campuran jamur tricoderma.

 

Pemberian Materi oleh PPL (Pak Kukuh)

Ketergantungan terhadap bahan-bahan kimia (pupuk kimia) harus segera kita tinggalkan. Kita harus menggali bahan-bahan disekitar kita yang bisa kita manfaatkan untuk mengganti bahan kimia tersebut. Sudah saatnya kita kembali ke alam, banyak mikroorganisme yang dapat kita manfaatkan untuk proses kelestarian lingkungan kita. Salah satu mikroorganisme fungsional yang dikenal luas sebagai pupuk biologis tanah dan biofungisida adalah jamur Trichoderma, sp, mikroorganisme ini adalah jamur penghuni tanah yang dapat diisolasi dari perakaran tanaman lapangan. Trichoderma, sp disamping sebagai organisme pengurai, dapat pula berfungsi sebagai agen hayati dan stimulator pertumbuhan tanaman. Trichoderma, sp dapat menghambat pertumbuhan serta penyebaran racun jamur penyebab penyakit bagi tanaman.

Pelatihan Pekarangan P2L di Kecamatan Widodaren

Pelatihan Pekarangan P2L di Kecamatan Widodaren

Kamis, 28 Juli 2022
Dinas ketahanan pangan dan pertanian kabupaten Ngawi bersama balai penyuluhan pertanian kecamatan Widodaren telah melaksankan kegiatan pelatihan tematik perkarangan pangan lestari P2L. 

Pelatihan tematik dihadiri kelompok Sri makmur dengan jumlah 25 petani pelatih diselenggarakan Untuk meningkatkan keterampilan kelompok tani dalam mengelola serta mengembangkan kegiatan perkarangan pangan lestari.

Pelatihan tematik dibuka oleh bapak Ardhian Syukmawanto Pradhipto SST Selaku koordinator BPP Widodaren dan dilanjutkan pemaparan materi dari Dinas ketahanan pangan dan pertanian kabupaten Ngawi.

Pekarangan Pangan Lestari (P2L) itu sendiri merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok masyarakat yang secara bersama-sama mengusahakan  lahan pekarangan sebagai sumber pangan secara berkelanjutan untuk meningkatan ketersediaan, aksesibilitas dan pemanfaatan, serta pendapatan.

Kegiatan dalam pelatihan tematik antara lain penjelasan dari Perkarangan pangan lestari serta tujuan dari P2L dilanjutkan dengan diskusi terkait permasalahan serta potensi untuk pengembangan P2L kedepannya.Dengan diadakannya pelatihan tematik ini kelompok P2L sumber rejeki semakin bersemangat untuk lebih aktif dalam meningkatkan P2L dan akan berfokus pada proses penjualan bibit sayuran di daerah Widodaren.

Panen Raya Kemitraan Korporasi Petani Kabupaten Ngawi

Panen Raya Kemitraan Korporasi Petani Kabupaten Ngawi

Dalam rangka Pengembangan Kemitraan Korporasi Petani di Kabupaten Ngawi, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi mengadakan Panen Raya Kemitraan Korporasi Petani Kabupaten Ngawi bersama Bupati Ngawi, Forkopimda & Wilmar Group Indonesia (26/7/2022) di Dusun Kuncen, Desa Sidomakmur, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi. Kegiatan panen raya mengusung tema Pertanian, Wisata, dan Pendidikan dengan jargon Lestari Tradisi, Lestari Bumi, Ngawi Lumbung Padi. Hal tersebut sesuai dengan keterangan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi yang mengatakan bahwa 70% dari Kabupaten Ngawi tergantung pada sektor pertanian. Pada tahun 2021, Kabupaten Ngawi mendapatkan urutan nomor 1 dalam menyuplai lumbung pangan di Jawa Timur. 

Kegiatan dilaksanakan dengan menampilkan pertunjukan Seni Tari “Dewi Sri” dari SMP N 3 Ngawi, Seni Teater “Omah Joglo”, dan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi, Direktur Utama Wilmar Group Indonesia, dan Bupati Ngawi. Pasca sambutan dilanjutkan dengan acara “Rebutan Gunungan dan Bebek” yang telah disediakan oleh penyelenggara.

Tujuan dari kegiatan panen raya ini yaitu untuk menguatkan Kabupaten Ngawi sebagai lumbung pangan nasional, menguatkan image Kabupaten Ngawi sebagai lumbung pangan nasional, dan mendorong petani agar mau bergabung bersama korporasi petani Kabupaten Ngawi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani. “Panen raya dapat dijadikan sebagai ajang pariwisata sehingga dapat memperkenalkan anak-anak sekolah kepada sektor pertanian Kabupaten Ngawi” ujar Supardi selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi.

Berdasarkan rangkaian kegiatan panen raya ini, Direktur Utama Wilmar Group Indonesia mengharapkan dari kerjasama yang dilakukan oleh petani Kabupaten Ngawi dengan PT. Wilmar Padi Indonesia dapat meningkatkan pendapatan petani sehingga kesejahteraan petani meningkat, serta generasi penerus dapat melanjutka usaha dalam bidang pertanian sehingga ketahanan pangan tidak menurun. “Kami berharap seluruh produksi padi Ngawi bisa ditampung sehingga petani Ngawi tidak lagi kesulitan dalam penanganan pascapanen padi”, ujar Direktur Utama Wilmar Group Indonesia.

Keadaan tanah Kabupaten Ngawi yang sudah mulai rusak, menjadi salah satu pendorong Bupati Ngawi dalam merancang program Pertanian Organik. “Pemberian nutrisi yang baik kepada tanah dapat mengembalikan kesuburan tanah, sehingga perlu dilaksanakannya program pertanian organik”, ujar Bupati Ngawi. Harapan yang disampaikan Bupati ngawi yaitu dapat memastikan produksi terus meningkat dan dapat memangkas rantai pascapanen sehingga kesejahteraan petani meningkat. Kegiatan panen raya dilanjutkan dengan penyerahan bantuan Power Thresher Mobile oleh Bupati Ngawi kepada 5 kelompok tani di Desa Sidomakmur, Kecamatan Widodaren dan ditutup dengan “Rebutan Gunungan dan Bebek” yang telah disediakan.

Pelatihan Perbanyakan Cendawan Lecanicillium lecanii dengan Media Cair

Pelatihan Perbanyakan Cendawan Lecanicillium lecanii dengan Media Cair

Petani Indonesia hingga saat ini masih ketergantungan terhadap pestisida. Hampir setiap musim tanam, petani sudah mempersiapkan segala produk pestisida kimia yang menjadi tradisi. Terkadang petani juga belum sepenuhnya bijak dalam aplikasi pestisida sehingga akan menimbulkan dampak negatif seperti resurgensi hama, resistensi hama, munculnya hama baru serta terbunuhnya musuh alami. Sisi lain, pemerintah berupaya untuk mendorong adanya program Pengendalian Hama Terpadu (PHT) seperti yang dilakukan oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Padas yaitu melakukan pelatihan perbanyakan cendawan Lecanicillium lecanii dengan media cair.

Pelatihan dilakukan di Desa Sambiroto pada Selasa, 26 Juli 2022 dengan peserta sebanyak 30 orang beserta dari PPL, POPT Kecamatan Padas, dan Pemerintah Desa Sambiroto. “Pelatihan ini bertujuan agar petani kita dapat menyediakan cendawan dalam mengendalikan hama wereng coklat utamanya,” Tutur Koordinator PPL, Niswatul Khasanah. Kegiatan pelatihan dilakukan secara demonstrasi cara yang dilakukan oleh 2 orang petani dengan didampingi oleh Petugas POPT dan PPL. Adapun alat dan bahan yang digunakan adalah: a) galon bekas; b) air rebusan kentang yang telah dingin dari 5 kg kentang untuk 15 liter air; c) isolat Lecanicillium lecanii; d) instalasi aerator. Cendawan sudah siap digunakan setelah 5 hari.

Tujuan dari adanya pelatihan tersebut adalah petani mau dan mampu menggunakan cendawan Lecanicillium lecanii sebagai bioinsektisida yang ramah lingkungan serta memaksimalkan pengendalian hama wereng coklat pada usahatani padi yang dikelola dengan biaya produksi yang rendah. 

Kunjungan Lintas Desa

Kunjungan Lintas Desa

Kunjungan Lintas Desa merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mengedukasi dari desa petani program IPDMIP dalam hal ini adalah Desa Pengkol Kecamatan Mantingan untuk sharing kepada desa petani non Program IPDMIP yaitu Desa Kedungharjo Kecamatan Mantingan. Program IPDMIP sangatlah luas untuk kali ini dilakukan edukasi kepada para Petani meliputi cara bertani yang ramah lingukan serta Maju, Mandiri, dan Modern. Dalam Kegiatan ini pada Tanggal [25/07/2022] dilakukan Praktek Pembuatan Kompos, yang disampaikan langsung oleh Staff lapangan IPDMIP.

Praktek Pembuatan Kompos

Kegiatan Kunjungan lintas desa dari Desa Non IPDMIP ke Desa IPDMIP. Kegiatan ini didampingi langsung oleh Bidang Penyuluhan dari Dinas Ketahanan PAngan dan Pertanian kabupaten Ngawi, BPP Kecamatan Mantingan, dan Staff lapangan IPDMIP di Kecamtan Mantingan.

Dengan adanya kegiatan lintas desa diharapkan para petani di desa dengan program IPDMIP dapat bersilaturahmi dan sharing pengalaman kepada desa non Program IPDMIP, tujuannya adalah agar pengetahuan pertanian yang telah dipelajari dan dipraktekan oleh desa dengan program IPDMIP dapat tertular kepada para petani di desa Non IPDMIP.

Pelatihan Pembuatan Mikro Organisme Lokal (MOL) Bonggol Pisang

Pelatihan Pembuatan Mikro Organisme Lokal (MOL) Bonggol Pisang

Keberhasilan pembangunan pertanian bukan semata-mata berorientasi terhadap peningkatan jumlah produksi pertanian yang diusahakan. Namun juga disertai dengan usaha dalam meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Produk yang berkualitas tentu berasal dari kualitas sumber daya manusia yang berkualitas pula, dimana pertanian ramah lingkungan menjadi salah satu strategi dalam mendukung kualitas produk pertanian. “Perubahan perilaku pertanian semestinya mengarah kepada pertanian ramah lingkungan guna menghasilkan produk pertanian yang berkualitas” tutur PPL Desa Sambiroto, Nompo Kurniawan. Maka dari itu, PPL Desa Sambiroto dan Pemerintah Desa Sambiroto melakukan pelatihan pembuatan mol bonggol pisang.

Pelatihan MOL bonggol pisang di Desa Sambiroto dilakukan dengan peserta sebanyak 20 orang dari dari anggota yang tersebar di seluruh kelompok tani di Desa Sambiroto. Acara tersebut dilakukan pada hari Selasa tanggal 21 juli 2022 dengan pembukaan dan pengantar dari Sekertaris Desa Sambiroto, kemudian dilanjutkan dengan arahan dari PPL dan POPT Desa Sambiroto. Pelatihan dilakukan dengan metode demonstrasi cara yang diperagakan langsung oleh petani dengan diarahkan oleh PPL. Adapun bahan yang digunakan terdiri dari a)

Tujuan dari pelaksanaan pelatihan pembuatan MOL bonggol pisang yaitu agar perilaku yang mengarah pada salah satu aspek pertanian ramah lingkungan dengan penerapan bahan organik MOL tersebut. Diharapkan petani dalam berusaha tani dapat meningkatkan kualitas produk pertanian yang diusahakan.