Penerapan Sistem Mina Padi

Penerapan Sistem Mina Padi

Era saat ini, pemaksimalan lahan pertanian amatlah penting dilakukan guna mendapatkan hasil yang maksimal. Sistem Mina Padi merupakan salah satu inovasi dalam memaksimalkan lahan pertanian terutama untuk komoditas padi. Sistem Mina Padi itu sendiri adalah teknologi tepat guna dalam rangka optimalisasi produktifitas lahan sawah melalui integrasi budidaya ikan dengan padi.

Penarapan Mina Padi dilakukan di lahan Bapak Sumarwan selaku anggota Kelompok Tani Ngudi Makmur Desa Banjaransari Kecamatan Padas. Ketertarikan Bapak Sumarwan terhadap Mina Padi tidak terlepas dari informasi yang disampaikan oleh PPL bahwa sistem Mina Padi dapat memberikan keuntungan terhadap usahatani yang dikelola. Penaburan sebanyak 1000 ekor ikan nila dan 1000 ekor ikan tombro dilakukan pada tanggal 12 September 2022 di lahan Bapak Sumarwan. Adapun bentuk kolam yaitu keliling, dimana caren berada di 4 sisi lahan padi dengan lebar 1 – 2 meter dan kedalaman 0,5 – 1 meter.

Sistem minapadi merupakan konsep budidaya yang mengintegrasikan antara budidaya ikan dan tanaman padi dalam suatu sistem budidaya, terdapat hubungan timbal balik yang menguntungkan antara ikan dengan padi, dimana ikan dapat menyediakan nutrisi bagi padi serta menyediakan pupuk dan memperbaiki struktur tanah melalui hasil metabolisme (feses) dan sisa pakan yang tidak terkonsumsi, sedangkan padi menyediakan oksigen dan tempat perlindungan bagi ikan. Selain itu, keuntungan sistem Mina Padi yaitu:

  1. Meningkatkan produksi padi dari 5 – 6 ton/Ha/ panen menjadi 8 – 10 ton/Ha/panen. 
  2. Efisiensi penggunaan pupuk, bibit padi dan pakan ikan. 
  3. Efisiensi pemanfaatan lahan padi 80%. 
  4. Tambahan pendapatan petani 15 – 60 juta/Ha. 
  5. Padi bebas pestisida dan menghasilkan produk organik. 
  6. Resiko rendah dari serangan hama. 
  7. Mempercepat perbaikan lingkungan.
  8. Mudah melakukan pengaturan air irigasi. 
  9. Memperbaiki kesuburan dan tekstur tanah. 
  10. Meningkatkan pendapatan petani.

Harapan penerapan Mina Padi di Desa banjaransari adalah sebagai percontohan bagi petani sekitarnya dalam meningkatkan kapasitasnya guna memaksimalkan ketersediaan lahan dengan mengusahakan 2 komoditas yaitu padi dan ikan. Dengan itu, pendapatan petani akan meningkat dan tujuan akhir yaitu kesejahteraan juga meningkat.  

Sumber: 

Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan Dan Perikanan. 2018. Budidaya Ikan Sistem Minapadi. https://kkp.go.id/an-component/media/upload-gambar-pendukung/DJPB/Leaflet/minapadi.pdf

Kunjungan Lapang Petani Tembakau Dan Petugas Pertanian Kabupaten Ngawi Ke Kabupaten Bondowoso

Kunjungan Lapang Petani Tembakau Dan Petugas Pertanian Kabupaten Ngawi Ke Kabupaten Bondowoso

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi melaksanakan kegiatan Kunjungan Lapang Petani Tembakau ke Kabupaten Bondowoso pada tanggal 12-13 September 2022. Kunjungan Lapang yang dilaksanakan oleh Dinas ketahanan pangan dan Pertanian ini bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso, UPTD Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso, PT. Natobin Internasional Kabupaten Bondowoso, dan PT. Dwi Cahaya Tembakau Kabupaten Bondowoso. Dalam kunjungan lapangan petani tembakau ini di ikuti oleh jajaran dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi, APTI Kabupaten Ngawi, PPL Kecamatan Karangjati dan Kasreman, serta Kelompok Tani dari kecamatan Karangjati dan Kecamatan Kasreman. 

Kabupaten Bondowoso merupakan daerah penghasil Tembakau terbesar nomor 5 di Jawa Timur dengan total luas sebesar  1300 Hektar. Varietas unggulan yang dibudidayakan di Kabupaten Bondowoso dan mempunyai nilai jual tertinggi yaitu varietas Miasan 1, Maisan 2, Maisan 3, dan Maisan 4. Namun tidak hanya itu di Kabupaten Bondowoso tembakau juga dimanfaatkan untuk diversifikasi produk yang dilakukan oleh UPTD Dinas Kesehatan bagian  Pengembangan Tanaman Obat dan Pelayanan Kesehatan Tradisional Kabupaten Bondowoso. Bentuk hasil diversifikasi produk tembakau di beri nama Tobacco Divine Kretek, Tobasec, dan Incese Tobacco. Tidak hanya untuk mengendalikan serangga yang ramah lingkungan tetapi juga bisa digunakan untuk pengobatan penyakit manusia. 

Tobacco Divine Kretek menjadi salah satu produk untuk kesehatan, bahan yang digunakan yaitu daun tembakau yang mempunyai kadar nikotin tinggi, kemudian dihilangkan radikal bebasnya dengan menambahkan scavenger (zat pengikat radikal bebas) dan zat nikotin yang dibuat ukuran nano sehingga nikotin bisa keluar dan masuk melalui celah antar sel. Cara kerja nikotin adalah mengikat radikal bebas logam berat yang menjadi penyebab penyakit degenerative seperti kanker, hiperkolesterol, DM termasuk autis.

Kunjungan Lapang di PT. Natobin

Tidak hanya itu selain daunnya, batang tembakau juga bisa dimanfaatkan juga limbah tembakau lainnya yang tidak bisa di jual, namun di PT. Natobin Internasional limbah tembakau yang sudah tidak bisa digunakan lagi menurut para petani tembakau ternyata bisa diolah dan mempunyai nilai jual tinggi. PT. Natobin Internasional merupakan salah satu pabrik yang menampung limbah tembakau untuk di daur ulang dan dimanfaatkan kembali hingga produknya sudah diekspor sampai manca negara. Hal tersebut menjadi perhatian para petani tembakau untuk memanfaatkan kembali limbah yang selama ini dianggap tidak ternilai.

Kunjungan Lapang di PT. Dwi Cahaya

Kemudian ada salah satu produk tembakau yang bernilai jual tinggi yaitu Cerutu, PT. Dwi Cahaya Tembakau merupakan salah satu perusahaan yang membudidayakan tembakau untuk bahan rokok cerutu dengan konsep budidaya dengan rumah kaca. Sehingga tembakau yang dibudidayakan tidak kenal musim biasa disebut Na-Oogst (NO). Luas lahan yang dimiliki perusahaan tersebut ada 1 hektar lebih. Produksi yang dihasilkan juga sudah di ekspor sampai manca negara. 

Pemetaan Lahan di Desa Kwadungan dan Desa Simo Kecamatan Kwadungan

Pemetaan Lahan di Desa Kwadungan dan Desa Simo Kecamatan Kwadungan

KWADUNGAN – Dalam rangka menjaga ketahanan pangan daerah, Petugas Pemetaan Lahan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi melaksanakan pemetaan lahan sawah yang dijadwalkan di Desa Kwadungan pada tanggal 22-23 Agustus dan di Desa Simo pada 29-30 Agustus 2022 yang bertempat di salah satu rumah kelompok tani setempat.

Kegiatan dimulai dengan pembukaan serta sambutan dari Koordinator PPL wilayah Kwadungan, Agus Pasianto, SP. MMA menyampaikan tujuan dilaksanakan kegiatan pemetaan/ digitasi lahan sawah kepada perwakilan kelompok tani yang hadir dalam kegiatan tersebut. Mengingat ketersediaan lahan produktif menjadi salah satu masalah utama dalam pembangunan ketahanan pangan dan kemandirian petani Indonesia. Dengan memetakan lokasi lahan kawasan sentra tanaman pangan khususnya komoditi padi, lahan sawah nantinya akan diajukan untuk program Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Lahan sawah tersebut akan ditentukan berapa jarak maksimal dari jalan untuk dapat didirikan bangunan.

Kelompok tani yang diwakilkan oleh ketua dan salah satu pengurus sebagai narasumber mempersiapkan data lahan dan kepemilikan karena kegiatan tersebut dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi Arcgis dengan sistem by name by address agar lebih detail dalam pendataan. 

Desa Kwadungan digarap oleh 3 kelompok tani antara lain Poktan Margo Mulyo, Poktan Margo Utomo, dan Poktan Ngudi Tani. Dahono Dolatsusanto,SP selaku staf Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi memaparkan total lahan sawah keseluruhan di Desa Kwadungan kurang lebih 119,94 ha.

Sedangkan di Desa Simo terdapat 4 kelompok tani, antara lain Poktan Tani Jaya, Poktan Tani Agung, Poktan Tani Makmur, dan Poktan Sri Kembang. Dengan total luas lahan yang dipetakan di Desa Simo Kecamatan Kwadungan kurang lebih berjumlah 137, 2 ha.

Harapannya, dengan kegiatan ini dapat menghasilkan peta yang dapat memberikan representasi akurat dari kepemilikan lahan, menghitung luas area, menghitung jarak dari satu tempat ke tempat lain, mengetahui titik koordinat lokasi tertentu serta dapat dijadikan data dukung untuk meningkatkan kualitas data pertanian.

Pelatihan Penggunaan Combine Harvester

Pelatihan Penggunaan Combine Harvester

Selasa, 23 Agustus 2022 berlangsung kegiatan pelatihan penggunaan combine harvester yang dilakukan di Kelompok Tani Edi Peni Desa Banget. Dalam kegiatan pelatihan ini peserta dibimbing oleh perwakilan dari perusahaan swasta yang mengirimkan tenaga ahlinya. Pelatihan ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi, PPL Desa Banget, teknisi combine dari perusahaan swasta dan anggota Kelompok Tani Edi Peni.

C:\Users\HP\Downloads\WhatsApp Image 2022-08-23 at 15.01.45.jpeg

Dalam praktik, peserta diberi penjelasan mengenai komponen dari mesin combine harvester. Selanjutnya kepada peserta juga dipaparkan cara mengoperasikan mesin tersebut. Tak terkecuali juga penjelasan tentang cara perawatan mesin. Usai sesi penjelasan, peserta diberi kesempatan untuk mengoperasikan mesin combine harvester secara bergantian dengan dibimbing tenaga ahli. Peserta tampak tertarik dan senang dengan kegiatan praktik ini. Dengan adanya pelatihan penggunaan combine ini diharapkan petani khususnya calon operator combine harvester tahu dan terampil  mengoperasikan combine harvester.

Sosialisasi Pengembangan Diversifikasi Tanaman Bagi Petani Tembakau

Sosialisasi Pengembangan Diversifikasi Tanaman Bagi Petani Tembakau

Sosialisasi dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus 2022 di rumah ketua APTI Kabupaten Ngawi. Kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka oleh Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Hendro Budi Suryawan, SP.MM. Kegiatan tersebut berisi teknik budidaya bawang merah oleh PPL setempat dan pengendalian Hama Penyakit oleh petugas POPT, serta narasumber dari pelaku usaha bawang merah. Dengan adanya sosialisasi ini  diharapkan petani dapat membudidayakan tanaman bawang merah  dengan baik dan dapat menghasilkan secara optimal. Kegiatan penanaman Bawang merah akan dimulai pada bulan Oktober(memasuki musim labuh), maka diharapkan kelompok tani dapat mempersiapkan lahan dan perlengkapan lainnya.

Untuk meningkatkan pendapatan petani tembakau dan kesejahteraan petani tembakau di Kabupaten Ngawi, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi mengadakan kegiatan diversifikasi tanaman bagi petani tembakau melalui kegiatan Penggunaan Sarana Pertanian Sub Kegiatan Pengawasan Penggunaan Sarana Pendukung Pertanian Sesuai dengan Komoditas,Teknologi dan Spesifik Lokasi yang bersumber dana dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil tembakau (DBHCHT) TA 2022 dengan pengembangan tanaman bawang merah seluas 2 Ha untuk petani tembakau di kecamatan Karangjati

Tujuan dari kegiatan ini adalah  penganekaragaman tanaman selain tembakau oleh petani tembakau sebagai nilai tambah untuk meningkatkan pendapatan petani tembakau melalui pengembangan budidaya bawang merah. Direncanakan pelaksanaan kegiatan ini di dua kelompok tani di kecamatan Karangjati yang saat ini menanam tembakau dilanjutkan dengan budidaya bawang merah. Bantuan yang digelontorkan berupa bibit bawang merah dan pupuk sebagai stimulant kepada petani tembakau di poktan tersebut.

Gebyar Produk Unggulan Perkebunan Jawa Timur

Gebyar Produk Unggulan Perkebunan Jawa Timur

Dinas ketahanan pangan dan pertanian kabupaten ngawi ikut menghadiri undangan untuk acara yang diadakan oleh Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur yaitu Gebyar Produk Unggulan Perkebunan Jawa Timur pada tanggal 11-13 Agustus 2022 di Exhibition Hall, Grand City Surabaya. Dengan mengundang 20 kabupaten yang ada di jawa timur Kegiatan tersebut digelar dalam rangka mempromosikan dan lebih mengenalkan ragam produk unggulan perkebunan yang ada di Provinsi Jawa Timur dengan tema Sinergitas Pemulihan Ekonomi Melalui Penguatan Pangan Dan Pengembangan Produk Agro Yang Berdaya Saing. 

Dari Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kabupaten Ngawi mengenalkan produk unggulan perkebunan yang ada di kabupaten ngawi yaitu kopi dan tembakau. Adapun Produk dan peralatan teknologi perkebunan yang dipamerkan dalam acara gebyar produk unggulan perkebunan jawa timur 2022 antara lain kopi, tembakau, coklat, gula merah dari kelapa dan tebu, lada, produk turunan tembakau, dan berbagai produk dari UMKM, PUSLITKOKA, PTPN X dan PTPN XII Jawa Timur dan masih banyak lagi.