KOMDIGI Lakukan Survei Lokasi Program Digitalisasi Pertanian dan Perikanan 2026 di Kabupaten Ngawi

KOMDIGI Lakukan Survei Lokasi Program Digitalisasi Pertanian dan Perikanan 2026 di Kabupaten Ngawi

Ngawi, 11 Februari 2026 — Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Ekosistem Digital, Direktorat Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru, melaksanakan survei lokasi Program Fasilitasi Pemanfaatan Teknologi Digital Sektor Pertanian dan Perikanan Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Kegiatan survei ini dilaksanakan sebagai bagian dari tahapan persiapan implementasi program digitalisasi pertanian dan perikanan yang mendukung agenda nasional ASTA CITA serta Prioritas Nasional dalam rangka mewujudkan swasembada pangan dan penguatan ekonomi digital. Kabupaten Ngawi ditetapkan sebagai salah satu calon lokus pelaksanaan program dengan fokus pada komoditas pertanian padi dan melon, serta perikanan budidaya komoditas nila.

Survei lokasi dilakukan pada sejumlah titik strategis, antara lain Desa Tempuran, Kecamatan Paron, serta Desa Pelang Kidul, Kecamatan Kedunggalar sebagai calon lokasi survei screenhouse (rumah tanam) untuk pengembangan komoditas hortikultura. Selain itu, tim juga melaksanakan survei di lokasi demplot (demplot) Kecamatan Geneng sebagai calon lokasi pengembangan komoditas padi berbasis teknologi digital.

Survei lokasi ini bertujuan untuk menilai kesiapan infrastruktur dasar, meliputi ketersediaan jaringan internet, listrik, sumber air, serta kesiapan kelompok tani dan pembudidaya ikan sebagai calon penerima manfaat. Di samping itu, dilakukan pula pemetaan kondisi lahan, potensi produksi, serta kesiapan kelembagaan kelompok tani sebagai dasar perencanaan implementasi teknologi yang tepat guna.

Melalui program ini, KOMDIGI mendorong pemanfaatan teknologi berbasis Internet of Things (IoT), big data, dan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence) untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi sektor pertanian dan perikanan. Pada sektor pertanian, teknologi yang akan difasilitasi meliputi sensor tanah, sistem irigasi dan pemupukan otomatis, pemantauan iklim mikro screenhouse, serta sistem peringatan dini terhadap cuaca ekstrem dan serangan organisme pengganggu tanaman. Adapun pada sektor perikanan budidaya, teknologi yang akan diterapkan antara lain aerator pintar, mesin tebar pakan otomatis, serta perangkat pemantauan kualitas air kolam berbasis IoT.

Program fasilitasi ini dirancang dalam beberapa tahapan, meliputi sosialisasi dan instalasi alat, bimbingan teknis serta pendampingan intensif kepada petani dan pembudidaya, hingga evaluasi dan penguatan keberlanjutan pemanfaatan teknologi. Diharapkan, adopsi teknologi digital tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga efisiensi biaya produksi dan ketepatan pengambilan keputusan berbasis data di tingkat lapangan.

Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menyatakan komitmen dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ini. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan diharapkan mampu mempercepat transformasi digital sektor pertanian dan perikanan di Kabupaten Ngawi, meningkatkan daya saing petani dan pembudidaya, serta memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.

Ke depan, hasil survei lokasi ini akan menjadi dasar penetapan lokasi final penerima manfaat Program Fasilitasi Pemanfaatan Teknologi Digital Sektor Pertanian dan Perikanan Tahun 2026 di Kabupaten Ngawi.

DWP DKPP Kabupaten Ngawi Lakukan Kunjungan Pemantauan Balita Stunting dan Ibu Hamil KEK

DWP DKPP Kabupaten Ngawi Lakukan Kunjungan Pemantauan Balita Stunting dan Ibu Hamil KEK

Ngawi – Dalam rangka mendukung upaya percepatan penurunan angka stunting serta peningkatan kesehatan ibu hamil, Tim Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi bersama Sekretaris Dinas selaku Orang Tua Asuh Balita Stunting dan Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK) Tahun 2025 melaksanakan kunjungan lapangan pada Selasa, 16 Desember 2025.

Kunjungan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dan komitmen DKPP Kabupaten Ngawi dalam memastikan pemantauan perkembangan kesehatan balita stunting dan ibu hamil KEK secara langsung di lapangan. Dalam kesempatan ini, tim mengunjungi balita stunting atas nama Irsyad Maulana Langit yang berdomisili di Dusun Wonokerto.

Selain itu, kunjungan juga dilakukan kepada sejumlah ibu hamil KEK, yaitu Ibu Pirandani (Dusun Wonokerto), Ibu Anis (Dusun Malang, Desa Karanggupito), Ibu Endang (Dusun Campurejo, Desa Karangrejo), serta Ibu Ana (Dusun Basri, Desa Sidorejo).

Pada kegiatan tersebut, Tim DWP DKPP Kabupaten Ngawi melakukan pemantauan kondisi kesehatan serta memberikan edukasi singkat terkait pentingnya pemenuhan gizi selama masa kehamilan dan pertumbuhan balita. Sebagai bentuk dukungan nyata, tim juga menyerahkan bantuan asupan bergizi berupa susu, biskuit, telur, dan bahan pangan bergizi lainnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan balita stunting Irsyad Maulana Langit dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sehingga segera terbebas dari status stunting. Sementara itu, para ibu hamil KEK diharapkan semakin sehat dan mampu melahirkan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi terus berkomitmen untuk berperan aktif dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting melalui kolaborasi lintas sektor dan pendampingan berkelanjutan di tingkat masyarakat.

Kunjungan Studi PRLB : DKPP Ngawi Berbagi Pengalaman dengan Dinas Pertanian Boyolali

Kunjungan Studi PRLB : DKPP Ngawi Berbagi Pengalaman dengan Dinas Pertanian Boyolali

Ngawi – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi menerima kunjungan kerja Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali pada hari ini dalam rangka studi pembelajaran implementasi Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB). Program PRLB merupakan salah satu program strategis Pemerintah Kabupaten Ngawi yang terus dikembangkan untuk mendorong pembangunan pertanian yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Kegiatan kunjungan diawali dengan pemaparan mengenai kebijakan, strategi, serta capaian pelaksanaan PRLB di Kabupaten Ngawi. Dalam kesempatan tersebut disampaikan gambaran umum wilayah pertanian, karakteristik agroekosistem, dan arah pembangunan pertanian daerah. Pemaparan juga menekankan peran penting visi dan misi Bupati Ngawi yang mendorong lahirnya sejumlah regulasi kunci, seperti Peraturan Daerah tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan serta Peraturan Daerah tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Selain itu, kebijakan penunjukan pengelola pupuk ramah lingkungan turut menjadi langkah strategis dalam memperkuat konsolidasi pelaksanaan program di lapangan.

Pada sesi diskusi, rombongan dari Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali memberikan perhatian besar terkait keberhasilan implementasi PRLB di Ngawi, terutama mengenai bagaimana program tersebut diterima secara positif oleh petani serta dijalankan secara konsisten. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi menjelaskan bahwa komitmen pimpinan daerah, khususnya arahan Bupati Ngawi, menjadi faktor penentu dalam proses sosialisasi, pendampingan teknis, serta penguatan komitmen petani untuk beralih pada praktik pertanian berbasis organik dan ramah lingkungan.

Setelah paparan, rombongan melanjutkan kegiatan dengan melakukan kunjungan lapangan ke Lumbung MOL/POC Kelompok Tani Sri Agung, Desa Sukowiyono, Kecamatan Padas. Lumbung ini merupakan salah satu model pengelolaan bahan organik yang telah berjalan efektif sekaligus menjadi pusat edukasi bagi petani dalam memproduksi dan memanfaatkan MOL (Mikro Organisme Lokal) serta POC (Pupuk Organik Cair). Pada kesempatan tersebut, tim dari Boyolali memperoleh informasi mengenai latar belakang pembentukan lumbung, mekanisme penyebaran pengetahuan kepada petani, serta strategi pendampingan yang memungkinkan inovasi ini diterapkan secara merata di tingkat desa.

Kunjungan kerja ini juga menjadi forum diskusi mengenai arah pengembangan PRLB di masa mendatang. Pemerintah Kabupaten Ngawi menyampaikan sejumlah rencana strategis, antara lain pembentukan Lembaga Sertifikasi Organik Lawu Organik Certification (LOC), fasilitasi penambahan Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO), penguatan kerja sama riset dengan akademisi dan laboratorium, serta target jangka panjang PRLB hingga tahun 2030. Target tersebut mencakup perluasan lahan organik, penguatan branding produk organik daerah, dan pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) untuk mendukung peningkatan produktivitas pertanian.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap kerja sama dan sinergi antardaerah dalam mengembangkan pertanian ramah lingkungan dapat terus diperkuat. Penerapan PRLB diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan daerah, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta mendorong kemandirian petani dalam menghadapi tantangan pertanian ke depan.

Wakil Menteri Pertanian Tinjau Percepatan Panen di Ngawi, Dorong Peningkatan IP dan Mutu Produksi

Wakil Menteri Pertanian Tinjau Percepatan Panen di Ngawi, Dorong Peningkatan IP dan Mutu Produksi

Ngawi, 18 Juni 2025 — Dalam rangka mempercepat masa panen padi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional, Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono B.Eng., M.M., MBA, melaksanakan kunjungan kerja ke Desa Kendal, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (18/6).

Kegiatan yang diawali dengan prosesi adat “Methil” sebagai bentuk rasa syukur atas panen melimpah ini turut dihadiri oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, S.T., M.H., Dirjen Tanaman Pangan Dr. Yudi Sastro, SP., MP, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPSDMP) Dr. Idha Widi Arsanti, SP., MP., serta sejumlah pejabat Kementerian Pertanian, Pemprov Jawa Timur, dan perwakilan legislatif DPR RI dan DPRD Jatim.

Wamentan Sudaryono secara langsung turun ke sawah dan melakukan panen menggunakan alat modern combine harvester. Ia terlihat antusias mengoperasikan alat tersebut, menunjukkan dukungannya terhadap mekanisasi pertanian yang efisien dan berdaya guna tinggi.

Dalam dialog bersama para petani, Sudaryono memberikan apresiasi atas keberhasilan Kabupaten Ngawi yang konsisten menjadi salah satu sentra produksi pangan utama di Jawa Timur, bahkan secara nasional. Ia mendorong peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dari 3 menjadi 4 kali tanam per tahun serta menjaga mutu hasil panen.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung produktivitas petani, Wamentan menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa satu unit Combine Harvester Besar dan Traktor roda dua kepada kelompok tani di Ngawi.

Kunjungan Kerja Komisi II DPRD Gresik

Kunjungan Kerja Komisi II DPRD Gresik

Ngawi, 12 Juni 2025 – Komisi II DPRD Kabupaten Gresik melakukan kunjungan kerja ke Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi dalam rangka studi banding terkait strategi pencegahan alih fungsi lahan pertanian. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 12 Juni 2025 ini dihadiri oleh 16 anggota DPRD Gresik, serta perwakilan Dinas PUPR Kabupaten Ngawi, khususnya dari Bidang Penataan Ruang.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana DKPP Ngawi, Franky Ardian Febria Wardana, SP, M.Eng, membuka kegiatan yang dilanjutkan dengan sesi diskusi pukul 09.00 hingga 10.45 WIB. Dalam forum tersebut, Wongso Negoro, SE, SH, M.Si, memaparkan berbagai pendekatan yang telah diterapkan di Kabupaten Ngawi dalam menjaga eksistensi lahan pertanian di tengah pesatnya perkembangan industri.

Kabupaten Ngawi, yang menetapkan sekitar 38% wilayahnya sebagai kawasan pangan dan hanya 1,5% untuk kawasan industri, menerapkan strategi pengendalian berbasis kolaborasi lintas sektor, penguatan perizinan, serta edukasi publik. Pengendalian dilakukan secara selektif, terutama pada lahan strategis di pinggir jalan.

Sejak 2021, data baku sawah di Ngawi telah ditetapkan sebagai lahan pertanian yang dilindungi. Hal ini diperkuat dengan berbagai program pendukung seperti Program Rencana Lahan Berkelanjutan (PRLB), RUBHA (Rumah Burung Hantu) untuk pengendalian hama, subsidi benih, serta pengembangan Lumbung MOL (Mikroorganisme Lokal) di tiap desa.

Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi referensi penting bagi DPRD Gresik dalam merumuskan kebijakan perlindungan lahan pertanian demi menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi daerah.

Capacity Building DKPP Kabupaten Ngawi di BBPP Batu: Perkuat Peran Penyuluh dalam Mendukung Swasembada Pangan

Capacity Building DKPP Kabupaten Ngawi di BBPP Batu: Perkuat Peran Penyuluh dalam Mendukung Swasembada Pangan

Capacity Building DKPP Kabupaten Ngawi di BBPP Batu: Perkuat Peran Penyuluh dalam Mendukung Swasembada Pangan
Batu, Juni 2025 — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi melaksanakan kegiatan Capacity Building di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu sebagai upaya meningkatkan kapasitas aparatur dan memperkuat kolaborasi antar lembaga pelatihan pertanian.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang sebagai narasumber utama. Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi utama bertajuk “Pendayagunaan Penyuluh Pertanian dalam Mendukung Swasembada Pangan”, yang menekankan pentingnya optimalisasi peran penyuluh sebagai ujung tombak dalam penyebaran inovasi dan pendampingan petani di lapangan.
Dalam pemaparannya, Direktur Polbangtan Malang menyampaikan bahwa penyuluh pertanian memiliki posisi strategis dalam mempercepat transformasi sektor pertanian, terutama dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan nasional. Diperlukan sinergi antara pemerintah, lembaga pelatihan, dan pelaku usaha tani agar program swasembada pangan dapat tercapai secara berkelanjutan.
Pada hari kedua, peserta melaksanakan kunjungan lapangan ke beberapa lembaga strategis, yaitu:


Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, untuk mempelajari terkait Penyakit Mulut dan Kuku serta pengolahan susu menjadi burger
Stasiun Meteorologi BMKG, guna memahami peran data iklim dan cuaca dalam mendukung pertanian presisi dan mitigasi risiko pertanian.
Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan,
Kepala DKPP Kabupaten Ngawi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam penguatan kapasitas SDM pertanian serta peningkatan kualitas layanan publik di sektor ketahanan pangan dan pertanian.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen DKPP Kabupaten Ngawi dalam mendorong pertanian modern yang adaptif terhadap perubahan zaman, serta menjadikan penyuluh sebagai garda terdepan dalam membangun kedaulatan pangan daerah.