Panen Raya Padi Varietas Gamagora-7 (Gadjah Mada Gogo Rancah 7)

Panen Raya Padi Varietas Gamagora-7 (Gadjah Mada Gogo Rancah 7)

Sinergitas Pentahelix Akademisi PIAT UGM bersama TNI, Pelaku Usaha Tani, Pemerintah Daerah beserta Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kabupaten Ngawi menyelenggarakan acara Panen Raya Padi Varietas Gamagora-7 (Gadjah Mada Gogo Rancah 7) di Ds. Guyung Kec. Gerih Kab. Ngawi pada 21 Desember 2023.

Varietas padi “amphibi” ini merupakan Varietas yg resmi dirilis oleh PIAT UGM dan telah mengantongi surat keputusan (SK) pelepasan varietas dari Menteri Pertanian RI, pada 28 Maret 2023.
Berdasarkan demplot di Ds. Guyung Kec. Gerih Kab. Ngawi saat dilakukan Ubinan Panen menghasilkan angka 6.02 kg setara dengan 9.63 ton GKP. Selain tangguh kekeringan dan anti rebah saat musim hujan, varietas Gamagora-7 juga memiliki ketahanan terhadap hama wereng, hawar bakteri dan blast.
Adanya varietas tersebut dapat mendukung program peningkatan index pertanaman padi karena juga memiliki umur genjah ≤85 hst.

Langkah selanjutnya, sinergitas antar stakeholder akan ditingkatkan dengan melakukan Scale Up Project 1.000 ha di Kabupaten Ngawi dimana tetap menggunakan prinsip Ramah Lingkungan Berkelanjutan sebagai ideologi pertanian Kabupaten Ngawi, langkah tersebut akan menjadi perhatian khusus sebagai pertimbangan peningkatan index pertanaman di Kabupaten Ngawi dalam upaya menggenjot produksi di Tahun 2024.

Penguatan Kapasitas Penerap Standar Pertanian Bersama BSIP

Penguatan Kapasitas Penerap Standar Pertanian Bersama BSIP

Ngawi, 19 Desember 2023 – Dalam Upaya Khusus Percepatan dan Perluasan Tanam Peningkatan Produksi Padi dan Jagung. Percepatan dan perluasan tanam pada komoditas padi dan jagung perlu diimbangi dengan penerapan standar.
Guna mendukung keberhasilan Upaya Khusus Percepatan dan Perluasan Tanam Peningkatan Produksi Padi dan Jagung diperlukan sumber daya manusia pertanian yang kompeten melalui Penguatan Kapasitas Penerap Standar Pertanian.

Balai Besar Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BSIP Penerapan) melalui BSIP Jawa Timur menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas Penerap Standar Pertanian di Kabupaten Ngawi. Bertempat di Kurnia Convention Hall, kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Ngawi, H. Ony Anwar Harsono, S.T., M.H., Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi (Supardi, SE, M.Si) beserta jajaran, penyuluh pertanian, petani, petani milenial dan fk p4s kabupaten ngawi, serta penangkar benih.

BSIP memiliki fungsi standardisasi mendukung penuh program percepatan tanam padi dan jagung. Percepatan tanam ini perlu penerapan standar yang menjadi concern BSIP saat ini. Penerapan standar ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas efisisensi dan daya saing. Diharapkan dengan menerapkan standar produktivitas padi dan jagung di Kabupaten Ngawi semakin meningkat. Namun penerapan standar sendiri memerlukan pendamping, yaitu penyuluh. Untuk itu kita perlu melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas penerap standar pertanian dengan sasaran yaitu penyuluh, petani dan penangkar”, sambut Koordinator KSPHP, Rima Purnamayani, SP, M.Si.

Diskusi Persiapan Pendaftaran dan Pelepasan Varietas Tembakau Unggul Lokal Ngawi

Diskusi Persiapan Pendaftaran dan Pelepasan Varietas Tembakau Unggul Lokal Ngawi

Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kabupaten Ngawi Melalui Bidang Perkebunan Dan Hortikultura bersama Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur, BRIN (badan Riset dan Inovasi Nasional), dan APTI Kabupaten Ngawi melakukan diskusi terkait pendaftaran dan pelepasan varietas tembakau unggul lokal ngawi yaitu purwosoto (7/11/2023).

 Tembakau yang dikenalkan ke petani tembakau di ngawi paling banyak adalah purwosoto, pada berkembangan ada banyak varietas muncul di lingkup karangjati maupun ngawi secara umum itu sudah 25 tahun yang lalu, tetapi sebelum itu yang ada di ngawi hanya ada purwosoto. Kemudian berkembang harus menyesuaikan dg pasar dan konsumen pabrik yang membutuhkan bahan baku rokok berlomba-lomba mendaptakan varietas terbaik. Dengan perkembangan tekhnologi akhirnya munculah varietas baru turunan-turunan yang melengkepai dari yg suda ada kata Sojo selaku Ketua APTI Kabupaten Ngawi.

Setelah beberapa kemitraan hengkang dari karangjati dan beberapa tahun terakhir diterpa kondisi pandemi covid dan iklim yang sangat tidak mendukung, pada tahun 2023 ada perusahaan yang menjadi mitra sampai akhir musim tahun ini. Dengan ini karangjati dan daerah lain mulai bangun kembali untuk menanam tembakau dan membawa minat perusahaan-perusahaan tembakau untuk masuk ke karangjati.

Pelepasan varietas ini bertujuan untuk pengembangan dan harapannya varietas tembakau unggul ngawi ini tidak hanya berkembang di lokal tapi juga bisa berkembang ke tingkat nasional.  Dan untuk petani tembakau agar mencapai kesejahteraannya.

Gerakan Pangan Murah Dalam Rangka Pengendalian Inflasi Daerah Menyongsong Hari Besar Keagamaan Nasional

Gerakan Pangan Murah Dalam Rangka Pengendalian Inflasi Daerah Menyongsong Hari Besar Keagamaan Nasional

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah dalam rangka pengendalian inflasi daerah dan menyongsong hari besar keagamaan nasional di Jl Serong Timur Alun Alun Ngawi (07/12).

Acara ini dibuka oleh Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko pukul 07.30 WIB. Komoditas yang disediakan dalam acara Gerakan Pangan Murah ini beragam antara lain, beras, telur, minyak goreng, cabai rawit, cabai keriting, cabai besar, bawang merah, bawang putih, tepung terigu, minyak goreng, daging ayam, aneka sayuran, aneka buah buahan, produk olahan dan makanan olahan yang merupakan produk lokal. Komoditas yang tersedia dijual dengan harga dibawah pasar. Setiap komoditas terdapat selisih harga mulai dari Rp 2000-4000 dari harga pasar.

Pada Acara ini juga diadakan lomba menggambar tingkat TK/PAUD

Harapannya dengan adanya acara ini bisa meringankan masyarakat untuk mampu membeli kebutuhan bahan pangan dengan harga yang murah.

Pembinaan Penyuluh Pertanian dan Petani Wilayah Jawa Timur

Pembinaan Penyuluh Pertanian dan Petani Wilayah Jawa Timur

Hari Kamis, tanggal 23 November 2023 PPL se-Kabupaten Ngawi dan perwakilan petani di Ngawi mendapat undangan ke Kabupaten Tuban dalam rangka Pembinaan Penyuluh Pertanian dan Petani wilayah Jawa Timur dan Dukungan Penyuluh dan Petani dalam Peningkatan Produksi Padi dan Jagung yang bertempat di Graha Sandiya.

Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P, Kepala BPPSDMP, Direktur Tanaman Pangan, Direktur Alat Mesin Pertanian, beserta jajaran lingkup Kementerian Pertanian, Gubernur Provinsi Jawa Timur, Anggota Komisi 6 DPR RI, Anggota Ombudsman RI, Dirut Pupuk Indonesia Holding Company, Wadirut PT Petrokimia Gresik, Bupati Tuban, Kepala DKPPP Kabupaten Tuban, dan PPL sewilayah Provinsi Jawa Timur serta perwakilan petani.

Rangkaian acara dimulai dengan pelatihan teknis “Gerakan Tani Pro Organik” oleh ketua kelompok P4S (Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya) Tani Makmur, Kholifah, yang berasal dari Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Bu Kholifah merupakan petani milenial yang bergerak di bidang pertanian ramah lingkungan dengan cara mengelola budidaya ramah lingkungan, melatih petani dalam proses pembuatan agens hayati baik bakteri, jamur, dan parasitoid. Yang diharapkan petani dapat menggunakan pestisida nabati dan dapat mengurangi pupuk kimia.

Selanjutnya sambutan dari dari Kepala BPPSDMP Kementrian Pertanian, Prof. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr, dilanjutkan oleh Gubernur Jawa Timur, Dr. Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si menyampaikan informasi mengenai desa Mandiri di Jawa Timur dan tingkat produktivitas padi di Jawa Timur. Setelah itu, Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika pun ikut menyampaikan secara langsung kepada Menteri Pertanian agar mekanisme dalam penebusan pupuk subsidi dipermudah, misalnya penebusan cukup dengan menggunakan KTP. Pak Yeka juga mendukung dan mendorong aspirasi penyuluh dan tupoksinya langsung ke Menteri Pertanian.

Acara kemudian dilanjutkan dengan arahan dari Menteri Pertanian Republik Indonesia, Bapak Andi Amran Sulaiman. Mendasar banyaknya keluhan dari petani di Indonesia, khususnya petani Jawa Timur terkait pupuk subsidi baik secara regulasi maupun teknis penyaluran dan penebusan, Pak Amran menginstruksikan langsung kepada Ditjen PSP agar segera merevisi bahkan kalau perlu untuk mencabut Permentan No.10 tahun 2022  Peraturan Menteri Pertanian Pertanian Nomor 10 tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian. Guna mendukung dalam proses menginputan e-RDKK 2024 Menteri Pertanian memerintahkan langsung kepada Kepala BPPSDMP dan Kapusdatin untuk menambahkan kapasitas aplikasi Simluhtan sehingga tidak terjadi down server saat digunakan dan menganggarkan sebanyak 50M untuk mengatasi hal tersebut. Pak Amran juga berjanji akan menaikkan BOP penyuluh pertanian di Indonesia. Harapan Menteri Pertanian kedepan, petani semakin sejahtera, swasembada pangan tercapai.

Temu Usaha Komoditas Tembakau Bagi Petani Tembakau

Temu Usaha Komoditas Tembakau Bagi Petani Tembakau

Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kabupaten Ngawi melaksanakan kegiatan Temu Usaha Komoditas Tembakau bagi petani tembakau selama 2 hari. Temu usaha di hari pertama yang dilaksanakan pada tanggal 21 Nopember 2023 berlokasi di Agro Tekno Park (ATP) Kecamatan Ngrambe untuk 5 kecamatan wilayah barat yaitu Kendal, Jogorogo, Ngrambe, Sine dan Paron. Hari kedua dilaksanakan pada tanggal 22 Nopember 2023 di laksanakan di Pawon Eco kecamatan Karangjati yang dihadiri  petani tembakau dari 6 kecamatan wilayah timur yaitu Karangjati,  Padas, Bringin, Pangkur,  Kasreman dan Kedunggalar.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi Bapak Supardi, S.E, M.Si, Ibu Kepala Bidang Penyuluhan Hastanina Harimurti, S.Pt.,MM, dihadiri pula oleh PPL dan Petani Tembakau. Turut hadir Bapak Harto, Bapak Sojo dari APTI Kabupaten Ngawi. Narasumber Kegiatan Temu Usaha adalah Bapak Abd Qohar dari APTI Lamongan. Kegiatan Temu Usaha dibuka oleh Ibu Kepala Bidang Penyuluhan DKKP Ngawi Hastanina Harimurti, S.Pt, MM.

Dalam penyampaian materinya pak Qohar menyampaikan bahwa pentingnya mengetahui wawasan pasca panen dan pemasaran tembakau. Pak Qohar juga menjelaskan beberapa varietas tembakau yang laku di pasaran dan contoh tembakau dibawa langsung ke lokasi. Para petani juga diberi kesempatan untuk mengambil contoh tembakau yang dibawa oleh Pak Qohar. Beliau sebagai grader PT Merabu juga akan menyampaikan ke PT Merabu untuk memperluas kemitraan di Ngawi. Bapak Sojo menambahkan harus mengapresiasi petani dalam budidaya tembakau, karena komitmen petani luar biasa dalam rangkaian acara Temu Usaha dari awal hingga akhir.

Harapannya dengan kegiatan Temu Usaha ini dapat meningkatkan jejaring pemasaran dan link pemasaran tembakau antara petani tembakau dengan beberapa pabrikan dan grader  di sekitar Ngawi yaitu dari Bojonegoro,  Lamongan dan Temanggung sebagai kabupaten yang sudah bermitra antara sesama pengurus APTI Ngawi dengan APTI di beberapa kabupaten di sekitar sehingga akan meningkatkan pemasaran tembakau dari Kabupaten Ngawi.