Gerakan Tanam Padi Bersama

Gerakan Tanam Padi Bersama

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi melalui Bidang Tanaman Pangan bersama Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Dr. Rachmat, S.Si, M.Si dan jajarannya melaksanakan Gerakan Tanam Padi Bersama dalam rangka Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi dan Ketahanan Pangan Nasional. Pelaksanaan Gertam Padi dilaksanakan di Desa Beran, Kecamatan Ngawi (11/10/2024). Gertam padi dilaksanakan sebagai salah satu upaya yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi untuk menggenjot pertanaman padi di Kabupaten Ngawi.


Sebagai salah satu wilayah yang selalu dialiri air yang bersumber dari berbagai sungai yang melintas, Kabupaten Ngawi memiliki kemampuan untuk melakukan percepatan tanam sehingga diharapkan dapat memberikan produksi padi yang baik sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani. Selain itu juga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan khususnya di Kabupaten Ngawi dan sekitarnya. Salah satu kendala yang dimiliki Kabupaten Ngawi yaitu maraknya serangan hama tikus yang hampir menyerang di seluruh kawasan Kabupaten Ngawi, mulai dari serangan yang rendah hingga serangan yang cukup berat.


“Berkaitan dengan kendala serangan tikus, diharapkan segera dilaksanakan rencana tindak lanjut bersama POPT dan PPL yang akan dibantu Direktorat Perlindungan Tanaman sehingga permasalahan mengenai hama tikus dapat segera diatasi”, ujar Dr. Rachmat, S.Si., M.Si.
Direktur Perlindungan Tanaman Pangan turut memberikan apresiasi kepada Kabupaten Ngawi sebagai kabupaten dengan inovasi bidang pertanian yang banyak diadopsi oleh kabupaten lain, mulai dari peran Pemerintah Daerah yang bersinergi dengan Pemerintah Desa dalam memaksimalkan anggaran desa di bidang pertanian hingga upaya-upaya pengendalian hama dan penyakit yang ada di Kabupaten Ngawi.

Monitoring Penyaluran Bantuan Pangan

Monitoring Penyaluran Bantuan Pangan

Jum’at, 11 Oktober 2024, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi bersama Bulog dan PT Pos melaksanakan monitoring penyaluran bantuan pangan.
Monitoring dilakukan di beberapa lokasi penyaluran Bantuan Pangan.

Bantuan pangan yang disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berupa beras 10kg per KPM. Kegiatan bantuan pangan ini Merupakan bantuan pangan tahap 3 alokasi Oktober di tahun 2024.

Bantuan pangan tahap 3 ini dilaksanakan 3 kali yaitu di bulan Agustus, Oktober dan Desember 2024. Saat ini sudah dilaksanakan penyaluran bulan Agustus dan Oktober di seluruh kabupaten Ngawi sebanyak 105.533 KPM. Semoga semua proses penyaluran bantuan pangan berjalan lancar dan bermanfaat bagi masyarakat kabupaten Ngawi.

Pameran Produk Perkebunan dan Hortikultura Kabupaten Ngawi Tahun 2024

Pameran Produk Perkebunan dan Hortikultura Kabupaten Ngawi Tahun 2024

Pameran Produk Perkebunan Dan Hortikultura merupakan langkah untuk memperkenalkan produk asli petani Ngawi. Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kabupaten Ngawi melalui Bidang Perkebunan Dan Hortikultura menyelenggarakan pameran produk perkebunan dan hortikultura bertempat di lapangan desa widodaren kecamatan gerih, Jumat (4/10/2024).

Pameran ini sebagai ajang mengenalkan dan mempromosikan berbagai produk unggulan perkebunan dan hortikultura kepada masyarakat dan bisa terus diingat. Tentunya hal tersebut juga mendukung kelompok tani maupun umkm kabupaten ngawi. Acara ini melibatkan pameran produk unggulan perkebunan dan hortikultura seperti kopi, cengkeh, tembakau, melon, alpukat, pisang, dan sayur mayur. Rangkaian kegiatan antara lain penampilkan produk olahan seperti sale pisang, juas buah, minyak atsiri cengkeh, cengkeh kering, tembakau kering, serta menyediakan kopi seduh asli ngawi.  

Dengan adanya acara pameran perkebunan dan hortikultura ini bertujuan untuk memperkenalkan dan memperkenalkan dan meningkatkan daya tarik pada produk unggulan lokal asli kabupaten ngawi. Sehingga membuktikan bahwa sektor perkebunan dan hortikultura memiliki potensi yang sangat besar untuk terus berkembang dan berinovasi.

Bimtek Sistem Pertanian Organik dan Sosialisasi SNI 6729 – 2016

Bimtek Sistem Pertanian Organik dan Sosialisasi SNI 6729 – 2016

Dinas Ketahanan dan Pertanian Kabupaten Ngawi melaksanakan Bimtek Sistem Pertanian Organik dan Sosialisasi SNI 6729-2016 selama 3 hari 2-4 Oktober 2024. Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi Supardi, SE, M.Si didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan yang membidangi Pertanian Organik dan PRLB, dalam arahannya Kepala Dinas KPP menyampaikan Pertanian organik merupakan upaya dalam sistem pertanian yang menggunakan bahan-bahan alami tanpa mengandung zat kimia. Salah satu bahan yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang pertanian organik yaitu limbah-limbah rumah tangga seperti kotoran hewan, limbah buah atau sayur, dan bahan-bahan lainnya yang tidak mengandung unsur kimia. Sistem pertanian organik bertujuan menyediakan produk pertanian terutama bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen hingga konsumen serta salah satu upaya untuk menjaga kesuburan tanah dari tercemarnya kandungan tanah akibat penggunaan bahan kimia yang berlebihan. Dalam sistem budidaya organik diperlukan adanya sertifikasi organik sebagai salah satu bukti legalitas berupa dokumen dan sertifikat organik yang diberikan oleh lembaga sertifikat organik terkait, dalam hal ini Kabupaten Ngawi bersinergi dengan Lawu Organic Certification (LOC) selaku lembaga yang bergerak di bidang sertifikasi organik.

Bimtek tersebut diikuti oleh berbagai kalangan petani pelaku pertanian organik bersama Sahabat Organik Ngawi. Kegiatan bimtek dan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan materi kepada setiap yang terlibat pada pertanian organik, bahwa dalam setiap produk-produk organik yang akan dipasarkan harus memiliki sertifikat organik yang merujuk pada SNI 6729:2016. Dalam pembuatan sertifikat organik harus dilaksanakan sertifikasi organik serta melakukan penyusunan dokumen sebagai penunjang sertifikasi. Kegiatan bimtek dan pelatihan juga mengajak peserta untuk melihat secara langsung penerapan pertanian organik di lahan persawahan di sekitar UPT Perbenihan.

Bimtek dan Pelatihan Sistem Pertanian Organik ditutup dengan penyampaian testimoni Supahari yang merupakan petani dari Desa Wonokerto Kecamatan Kedunggalar dan Yeman Subeno, keduanya merupakan pihak yang terjun secara langsung di bidang pertanian organik dan diakhiri dengan pembagian sertifikat pelatihan kepada peserta pelatihan.

Kunjungan Kerja International Fund for Agriculture Development (IFAD)

Kunjungan Kerja International Fund for Agriculture Development (IFAD)

Ngawi, 24 September 2024 – International Fund for Agriculture Development (IFAD) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ngawi dalam rangka pelaksanaan Thematic Evaluation of IFAD’s Support to Nutrition. Kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi berbagai program yang didukung oleh IFAD dalam bidang peningkatan gizi di wilayah pedesaan Indonesia.

Kunjungan dimulai dengan pertemuan antara perwakilan IFAD dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi . Dalam pertemuan ini, Supardi, S.E, M.Si , selaku Kepala Dinasn Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Ngawi memberikan sambutan dan apresiasi terhadap peran serta IFAD dalam mendukung peningkatan status gizi di Indonesia. “Kami berterima kasih atas dukungan IFAD dalam upaya peningkatan gizi di wilayah pedesaan, yang telah membantu mengurangi malnutrisi dan meningkatkan kesehatan masyarakat,” ujar Supardi.

Setelah sesi diskusi, tim IFAD melanjutkan kunjungan lapangan ke Kelompok Tani Manunggal tani dan Koperasi CEMORO untuk di Kecamatan Ngrambe dan Kunjungan lapang ke P4S Birowo Organik dan KWT Sambirejo untuk di Kecamatan Mantingan, di mana mereka bertemu dan berdiskusi langsung dengan masyarakat yang telah merasakan manfaat dari program IFAD.

Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan masukan yang berharga untuk perbaikan dan peningkatan program-program gizi di masa depan. Dengan evaluasi ini, IFAD dan pemerintah Indonesia akan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai dampak dari program-program yang telah berjalan dan bagaimana strategi untuk keberlanjutan program tersebut di masa depan.